Friday, September 24, 2021

Bill Gates, Sang Aktor di balik pandemi ini?

 


Pidato Bill Gates pada tahun 2015 lalu berujung kontroversial. Banyak pihak menuding pria berusia 64 tahun itu sebagai dalang di balik terciptanya virus Corona (Covid-19).Pada acara TED Talk yang berjudul The Next Outbreak? We’re Not Ready, Bill memberikan prediksi bahwa akan ada pandemi virus yang akan merongrong dunia.”Ketika saya masih kecil, bencana yang paling kita takutkan adalah perang nuklir. Oleh karenanya, kita menciptakan banyak bunker dan menyiapkan banyak tong untuk diisi makanan,” ujar Bill.Bahkan dalam presentasi pidatonya, Bill menampilkan slide berupa gambar virus yang mirip dengan virus Corona.”Hari ini, risiko terbesar dari kehancuran global bukanlah nuklir, melainkan virus. Jika ada yang mampu membunuh 10 juta orang dalam beberapa dekade ke depan, itu adalah infeksi virus tingkat tinggi, bukan perang,” dia menambahkan.”Bukan perang, tapi mikroba. Oleh karenanya, kami menginvestasikan uang dalam jumlah besar untuk menangkal nuklir. Tetapi, kita berinvestasi sangat sedikit untuk menghentikan epidemi. Kita tak siap untuk menghadapi epidemi selanjutnya,” tegas Bill.Tak hanya terkait pernyataannya pada 2015 lalu, sejumlah variabel semakin memperkuat teori konspirasi bahwa Bill Gates adalah aktor intelektual di balik terciptanya virus Corona.Satu di antara faktor utama yang memicu teori tersebut adalah Bill & Melinda Gates Foundation. Lembaga ini mendonasikan 250 juta dolar AS untuk memerangi virus Corona dan membuat vaksin. Usaha tersebut menciptakan teori konspirasi bahwa Gates memiliki rencana untuk menggunakan vaksin sebagai cara untuk “melacak orang”.Teori tersebut mendapatkan perhatian luas publik setelah Koresponden Gedung Putih Emerald Robinson mem-posting tweet pada 6 April 2020 lalu yang memaparkan beberapa variabel mengapa Gates memiliki korelasi dengan virus yang sangat menular tersebut.Beberapa fakta yang disebutkan Robinson misalnya terkait Gates yang merupakan penyandang dana terbesar ke-2 bagi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), telah membangun 7 laboratorium vaksin, serta adanya proyek ID2020 Microsoft yang akan menjadi Kartu Tanda Penduduk (KTP) global.Atas berbagai fakta tersebut, Robinson menyimpulkan bahwa Gates pada dasarnya telah mengendalikan kebijakan kesehatan global, dan kemudian nantinya menggunakan vaksin untuk melacak orang.Klaim terus berkembang setelah Gates berpartisipasi dalam forum Reddit pada 18 Maret 2020 lalu. Di sana, ia menuturkan bahwa mereka akan memiliki “digital certificates” untuk menunjukkan siapa yang telah pulih dari virus, dites, dan telah menerima vaksin ketika yayasan Gates telah membuatnya.Sehari setelahnya sebuah situs web bernama Biohackinfo.com mempublikasikan tulisan yang berjudul “Bill Gates will use microchip implants to fight coronavirus“. Di sana disebutkan bahwa digital certificates yang dimaksud Gates adalah QUANTUM-DOT TATTOOS.Dengan merebaknya Covid-19 ke seluruh dunia, tentu itu memberikan kesempatan yang besar bagi Gates untuk mengimplan QUANTUM-DOT TATTOOS, semacam microchip untuk melihat apakah orang tersebut telah dites, telah divaksin, dan telah pulih dari Covid-19.QUANTUM-DOT TATTOOS berbentuk seperti tato yang digunakan untuk mengatasi masalah penyimpanan catatan vaksinasi yang buruk. Tato tersebut menggunakan tinta kasat mata yang bisa bertahan hingga lima tahun dan nantinya dapat dibaca melalui smartphone.Konteksnya menjadi menarik karena QUANTUM-DOT TATTOOS diklaim dapat melacak dan mengumpulkan data pengguna. Oleh sebab itu, tidak heran sebenarnya, dengan nantinya penduduk seluruh dunia akan diimplan demi kepentingan vaksinasi, lahirnya narasi yang menyebutkan bahwa pendiri Microsoft tersebut tengah berusaha untuk membangun bank data raksasa menjadi masuk akal.Konteks tersebut semakin kuat dengan adanya fakta keberhasilan Microsoft mengalahkan Amazon dalam tender proyek sistem penyimpanan data berbasis internet (cloud) di Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS), Pentagon pada Oktober tahun lalu.Jika nantinya Gates benar-benar berhasil menciptakan bank data raksasa melalui QUANTUM-DOT TATTOOS, tentunya itu akan membuat Microsoft menjadi pusat data dunia. Dengan kata lain, itu menjadi ladang bisnis yang benar-benar menggiurkan.Ada pula beberapa teori yang mengaitkan teknologi 5G dengan penyebaran virus Corona. Teori tersebut menyatakan bahwa teknologi 5G mempercepat penyebaran virus corona lantaran menyerang sistem kekebalan tubuh. Teori ini dibangun dengan argumentasi, Wuhan yang merupakan salah satu kota pertama uji coba 5G di Tiongkok menjadi episentrum virus corona.Teori tersebut didengungkan oleh seorang ahli teori konspirasi David Icke dalam sesi tanya jawab di channel London Real. Dia menilai virus Corona adalah fiksi yang dibuat Gates untuk menutupi kerusakan fisik akibat teknologi 5G.”Jika 5G berlanjut dan mencapai tempat yang mereka inginkan, kehidupan manusia seperti yang kita tahu sudah berakhir. Jadi orang harus membuat keputusan,” ungkap David.Pernyataan itu berujung pada aksi vandalisme di Inggris. Massa menghancurkan dan membakar tiang telepon seluler berjaringan 5G. Bahkan, aktor Woody Harrelson dan penyanyi MIA turut menyebarkan teori ini kepada jutaan pengikut mereka di media sosial.Dampak Teori Konspirasi terhadap Bill GatesTeori konspirasi ini terus mengerucut kepada Bill Gates. Hingga pekan lalu saja, perusahaan jasa analisis media sosial, Zignal, mencatat ada 18.000 konten di media sosial yang menyebut Gates sebagai aktor pencipta virus Corona. Adapun, data di New York Times menyebutkan ada 16 ribu postingan teori konspirasi soal Bill Gates.Bill Gates juga menjadi trending topic di Afrika pada akhir Maret lalu. Ada lebih dari 35.000 tweet yang menyebutkan namanya dan menolak negara mereka dijadikan sebagai tempat uji coba vaksin milik Gates.Adalah seorang dokter dan ahli mikrobiologi dari Prancis bernama Didier Raolt yang pertama kali mengobarkan isu ini melalui akun Facebook miliknya.”Saya meminta penduduk Afrika agar tidak menggunakan vaksin yang sebentar lagi dijual untuk melawan virus Corona. Negara Barat ingin menghancurkan Afrika,” tulis Raolt.”Mengapa mereka tidak menggunakan virus ini di Italia, Spanyol, dan Prancis di mana ada banyak sekali kasus? Saya ingin memperingatkan para pemimpin di Afrika. Satu-satunya vaksin untuk melawan Corona adalah chloroquine,” dia menambahkan.Pernyataan Raolt tersebut mendapatkan banyak dukungan. Hal itu dibuktikan dengan munculnya sebuah Grup Facebook bernama Didier Raolt Vs Coronavirus yang memiliki pengikut lebih dari 400 ribu orang.Bill Gates sendiri dan istrinya, Melinda, membantah tegas segala teori konspirasi ini. Lantas, apakah Anda percaya dengan sejumlah teori konspirasi ini?

No comments:

Post a Comment