Sunday, December 12, 2021

Proyek Blue Beam, Bukan Hanya Sekadar Khayalan

 


Di tengah sedang merebaknya invasi COVID-19 di dunia, termasuk Indonesia yang belum juga padam. Tentunya membuat sebagian besar masyarakat di alam semesta khawatir luar biasa. Selain berbahaya, virus yang pertama kali muncul di Wuhan China itu juga mematikan.


Tidak hanya ancaman virus Corona, penulis sempat terpikir satu proyek luar biasa besar lainnya, yang tentunya jauh lebih mengerikan lagi dari apa yang sedang melanda negeri ini sekarang. Kabar baiknya proyek itu belum terjadi, dan cepat atau lambat pasti akan terjadi, walau menuai beragam bantahan.


Mega proyek itu dinamakan Blue Beam atau ledakan biru. Sebuah proyek yang menampilkan virtual audio raksasa di atas langit angkasa. Video amatir tentang mekanisme proyek ini, sebenarnya sempat tersebar di dunia maya beberapa tahun kebelakang. Jika diandaikan, Blue Beam bisa seperti itu bahkan lebih menakjubkan lagi daripada itu.


Sebenarnya, proyek Blue Beam ini punya saudara kandung, yaitu The New World Order atau Tatanan Dunia Baru. Namun, literatur tentang NWO yang sempat tersebar dalam bahasa Inggris maupun bahasa Indonesia di mesin pencarian google seperti hilang begitu saja.


Kedua Mega proyek ini tentunya berada dalam satu payung yang sama, yaitu Illuminati, Freemason, Satanisme atau apalah namanya. Jelasnya organisasi rahasia kaum Yahudi, dan mengatasnamakan konspirasi dalam setiap aksi mereka.


Tentunya, anggota-anggota dari organisasi ini bukanlah orang ecek-ecek. Bukti nyata, keberadaan organisasi ini seperti cerita fiksi di buku dongeng anak-anak. Padahal mereka memang ada, dan anggotanya tentunya punya power di pemerintahan dunia.


Seperti dikutip Sebuah Tulisan dari Boombastis. Blue Beam bertujuan untuk mendatangkan Tuhan Palsu. Beberapa agama mengatakan jika nanti pada suatu masa, akan turun sang ratu adil untuk membuat dunia menjadi lebih baik. Di agama Kristen, agenda ini dikenal sebagai Second Coming dan di Islam, hal dimaksud adalah turunnya Al Mahdi. Nah, sehubungan dengan ini, Blue Beam diciptakan untuk mendatangkan sang Messiah tersebut. Tapi tentu bukan sosok yang asli. Melainkan Messiah palsu.


Dalam hal ini, blue beam merupakan teknologi mutakhir yang sudah dirancang dan dipersiapkan sedemikian rupa selama waktu yang tentunya tidak sebentar.


Seorang analis teori konspirasi terkenal sekaligus jurnalis bernama Serge Monast. Mengatakan bahwa blue beam sendiri merupakan sebuah teknologi canggih yang dapat menampilkan sebuah objek dengan skala besar. Jika diimplementasikan, gambar yang ditampilkan merupakan holografis virtual yang nampak seperti nyata, padahal sebenarnya itu hanyalah imajinasi virtual semata saja.


Bahayanya, Monast menjelaskan jika blue beam memiliki empat dampak besar. Yaitu, dimulai dari re-evaluasi doktrin hal-hal yang berkaitan dengan benda-benda arkeologi. Kemudian dilanjut dengan pertunjukan hologram audio visual raksasa di angkasa. Lalu, menyerang otak manusia dengan doktrin yang dikirim lewat gelombang frekuensi rendah yang tak bisa ditolak, serta yang terakhir adalah melibatkan hal-hal yang berbau supranatural. Empat dampak ini menurut Monast akan terjadi dan jika sudah demikian maka manusia dan dunia siap-siap jadi boneka bagi mereka yang berkuasa.


Sederhananya, blue beam ini merupakan agenda untuk menghipnotis seluruh orang di dunia. Jika diibaratkan, blue beam ini sama seperti Mugen Tsukoyomi dari anime Naruto.


Kematian Serge Monast Sebagai Titik Terang


Namun, apa yang dikatakan Monast ini seolah seperti isapan jempol belaka. Namun, hal ini berbanding terbalik setelah kematian Monast pada 5 Desember 1996 silam, banyak yang mulai mempercayai apa yang pernah dikemukakan wartawan asal Kanada itu. Pasalnya, kematian Monast yang diindikasikan terkena serangan jantung, dianggap janggal karena sebelumnya pria kelahiran 1945 ini tidak memiliki riwayat penyakit tersebut.


Serge Monast kemungkinan besar telah dibunuh. Karena mungkin penelitian-penelitiannya yang selama ini dianggap sebagai batu sandungan oleh pemain di balik layar. Tidak hanya itu, nasib naas juga menimpa putrinya yang menurut kabar telah diculik.


Hal ini diperkuat, dengan banyaknya artikel-artikel yang pernah tersebar di mesin pencari online, atau dalam konten-konten YouTube, tentang pembahasan mengenai Blue Beam dan The New World Order, yang sekarang sudah hilang tanpa bekas.

5 Fakta Tentang Blue Beam, Proyek Rahasia Pemerintah Dunia untuk Menurunkan Messiah Palsu


 Dari banyak ulasan yang ada di internet, Blue Beam didefinisikan sebagai tajuk dari sebuah proyek super rahasia yang melibatkan NASA dan juga PBB. Intinya, proyek ini bertujuan untuk membuat seolah-olah sang Messiah turun lalu kemudian mereka akan melakukan agenda besar. Ya, tatanan dunia baru alias New World Order.

Blue Beam sudah jadi bahasan sejak beberapa belas tahun lalu. Termasuk oleh seorang analis teori konspirasi terkenal bernama Serge Monast. Pria ini mengatakan jika proyek tersebut memang ada. Bahkan Monast menjabarkan step by step aplikasi Blue Beam ini nantinya. Intinya, proyek ini digunakan oleh pihak yang berkepentingan untuk menguasai dunia sekaligus umat manusianya.

Masih berbicara soal Blue Beam, berikut ini adalah beberapa fakta penting tentang proyek satu ini. Setelah membaca ini, mungkin persepsimu tentang Blue Beam tersebut akan sedikit berubah.

1. Blue Beam Bertujuan Untuk Mendatangkan Tuhan

Beberapa agama mengatakan jika nanti pada suatu masa, akan turun sang ratu adil untuk membuat dunia menjadi lebih baik. Di agama Kristen agenda ini dikenal sebagai Second Coming dan di Islam hal yang dimaksud adalah turunnya Al Mahdi. Nah, sehubungan dengan ini, Blue Beam diciptakan untuk mendatangkan sang Messiah tersebut. Tapi tentu bukan sosok yang asli.

Ya, dengan teknologi yang ada, orang-orang di balik Blue Beam akan membuat seakan-akan sang Messiah turun. Lalu si Messiah palsu tersebut akan mengatakan satu dua perintah yang kemudian akan dipatuhi seluruh umat manusia. Dari sini kemudian para sosok di balik proyek gila tersebut akan bisa mengontrol dunia.

2. Bagaimana Blue Beam Menciptakan Messiah?

Blue Beam adalah hasil dari teknologi mutakhir selama sekian belas tahun, kalau merujuk dari ucapan Serge Monast. Dari sini bisa diasumsikan kalau Blue Beam amatlah canggih. Berdasarkan banyak ulasan yang ada, Blue Beam ini disusun atas teknologi audio visual super canggih yang berdimensi besar. Tujuannya adalah untuk menciptakan sesuatu yang nampak nyata padahal tidak.

Ya, menciptakan sesuatu itu maksudnya adalah sang Messiah. Dengan teknologi holografis dan 3D, Blue Beam akan mampu menciptakan sosok seperti Messiah yang dimaksud entah bentuknya seperti apa. Teknologi ini begitu canggih sehingga menampilkan visual yang sangat-sangat meyakinkan. Tak cuma itu, nantinya sang Messiah juga bisa berbicara dalam berbagai bahasa berkat jejalan sistem cerdas di dalamnya.

3. Teori Empat Tahap Serge Monast

Monast adalah orang yang paling vokal dalam bahasan soal Blue Beam ini. Ia bahkan sudah melakukan banyak sekali penelitian tentang itu. Lalu, dari apa yang selama ini sudah dilakukannya, terciptalah empat tahap Blue Beam yang menurutnya adalah skenario paling mungkin soal digunakannya Blue Beam.

Empat tahap Monast ini dimulai dari re-evaluasi doktrin hal-hal yang berkaitan dengan benda-benda arkeologi. Kemudian dilanjut dengan pertunjukan hologram audio visual raksasa di angkasa. Lalu, menyerang otak manusia dengan doktrin yang dikirim lewat gelombang frekuensi rendah yang tak bisa ditolak, serta yang terakhir adalah melibatkan hal-hal yang berbau supranatural. Empat langkah ini menurut Monast akan terjadi dan jika sudah demikian maka manusia dan dunia siap-siap jadi boneka bagi mereka yang berkuasa.

4. Kematian Monast yang Jadi Kebenaran Kecil

Tentu saja apa yang dikatakan Monast tak langsung dipercaya. Namun, setelah satu kejadian besar, banyak orang yang mulai mempercayai apa yang dikatakan oleh sang analis itu. Ya, kejadian besar ini tak lain adalah kematian Monast sendiri. Dilaporkan jika Monast menderita sakit jantung dan akhirnya meninggal.

Sekilas kematian Monast adalah hal yang wajar, namun ada yang aneh dari kejadian ini. Ya, Monast nyatanya tak pernah punya catatan riwayat penyakit jantung. Dari sini kemudian orang-orang berspekulasi kalau pria itu dibunuh. Penyebabnya apalagi kalau bukan tentang dirinya yang membeberkan Blue Beam seperti ini. Tak hanya Monast, konon putrinya juga jadi korban penculikan.

5. Hilangnya Blue Beam dari Wiki dan Terkuaknya Dokumen PBB

Kalau kita baca runtut terutama di bagian Serge Monast, ada semacam indikasi kalau Blue Beam ini sengaja dirahasiakan. Dan kesan ini makin diperkuat dengan satu bukti sampingan tapi cukup kuat yakni hilangnya halaman yang membahas Blue Beam di Wikipedia. Dan setiap kali link Blue Beam yang lama diklik, maka ia akan langsung menuju halaman yang membahas Serge Monast. Mungkin tidak begitu kuat sebagai bukti upaya penyembunyian Blue Beam, tapi hal ini bisa jadi pertimbangan.

Soal eksistensi Blue Beam sendiri hal tersebut diperkuat oleh sebuah dokumen PBB yang terkuak beberapa tahun yang lalu. Isinya sebagian besar menjelaskan tentang Blue Beam dengan cukup detail. Tidak diketahui apakah ini asli atau hanya editan. Namun, bisa juga jadi bukti kecil akan eksistensi proyek mengerikan itu.

Inilah fakta-fakta tentang Blue Beam yang mungkin belum kamu ketahui. Lalu, bagaimana pendapatmu? Apakah percaya atau menganggap Blue Beam hanyalah omong kosong yang tak berarti apa-apa? Memang susah untuk menjawab benar salah atau yakin dan tidak. Satu-satunya jawaban adalah waktu. Ya, biar waktu yang akan membuktikan semua hal ini nantinya.





Friday, September 24, 2021

PLANDEMI DI BALIK PANDEMI COVID 19

 


Persebaran virus corona semakin meningkat di seluruh dunia. Pada Jumat (3/4/2020) pukul 09.36 WIB menurut Johns Hophkins mencatat jumlah pasien positif virus corona tembus 1.015.403 orang, dengan total kematian 53.030 orang, dan 210.579 sembuh. Corona dinyatakan sebagai pandemi global yang menimbulkan aneka dampak bagi dunia.


Peristiwa pandemi corona menimbulkan beragam reaksi, misalnya:
  • Gerakan preventif dan kuratif terhadap corona
  • Tetap menjalani kehidupan normal
  • Seruan pertobatan, misalnya: (2 tawarikh 7:14 dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka.)
  • Menciptakan sistem dan prosedur penanganan terhadap penyakit menular lebih baik
Pandemi corona melahirkan aneka sikap dan semuanya atas nama tujuan mulia berusaha menekan dampak buruk terjadi baik saat peristiwa terjadi maupun dimasa depan sebab penyakit menular sewaktu waktu dapat menyerang manusia dan itu tanda bahwa kedatangan Tuhan ke dua semakin dekat.
Dari sejumlah aksi menghadapi virus lahir beberapa tindakan manusia yang memuluskaan untuk diterapkan implan microchip di masa depan dan atau binatang 666 menyalahgunakan pemikiran menghadapi pandemi corona menjadi alat pemuas kekuasaan. Hal-hal tersebut diantaranya:

Quantum Dot Tattoo dan ID2020

Yayasan Bill dan Melinda Gates mendanai penelitian Quantum Dot 'Tattoo', mulanya untuk memberantas polio dan campak melalui vaksinasi di Afrika. Quantum dot tattoo menjawab masalah administrasi siapa saja yang telah mendapat vaksin. Quantum dot tatto menciptakan tinta yang dapat dengan aman ditempelkan di kulit di samping vaksin itu sendiri, dan itu hanya dapat dilihat menggunakan aplikasi kamera khusus dan filter. Dengan kata lain, mereka telah menemukan cara terselubung untuk menanamkan catatan vaksinasi langsung di kulit pasien daripada mendokumentasikannya secara elektronik atau di atas kertas - dan sistem pelacakan berisiko rendah mereka dapat sangat menyederhanakan proses menjaga catatan vaksin yang akurat, terutama pada skala yang lebih besar.

Quantum dot tatto adalah sertifikat digital terhadap vaksinasi. Tato quantum-dot melibatkan penerapan mikronik berbasis gula yang dapat larut yang mengandung vaksin dan 'titik kuantum' berbasis tembaga yang tertanam di dalam kapsul biokompatibel, skala mikron. Setelah microneedes larut di bawah kulit, mereka meninggalkan titik-titik kuantum yang dienkapsulasi yang polanya dapat dibaca untuk mengidentifikasi vaksin yang diberikan yang diproyeksi dapat bertahan sampai lima tahun sehingga untuk jangka waktu lama tetap harus mengunakan mikrochip RFID 666. Dengan adanya pandemi corona maka dirancang semua orang yang dapat melakukan aktivitas bekerja dan lain lainnya, mereka yang telah di vaksin dan disertai dengan penamanan tato quantum dot.

quantum-dot tatto kemungkinan akan dilengkapi dengan usaha lain yang disebut ID2020, yang merupakan proyek ambisius oleh Microsoft untuk menyelesaikan masalah lebih dari 1 miliar orang yang hidup tanpa identitas yang diakui secara resmi. ID2020 sedang menyelesaikan ini melalui identitas digital. Saat ini, cara yang paling layak untuk mengimplementasikan identitas digital adalah melalui smartphone atau implan microchip RFID. Yang terakhir akan menjadi pendekatan Gates yang kemungkinan tidak hanya karena kelayakan dan keberlanjutan, tetapi juga karena selama lebih dari 6 tahun, Gates Foundation telah mendanai proyek lain yang menggabungkan implan microchip yang dapat ditanamkan manusia. Proyek ini, yang juga dipelopori oleh MIT, adalah implan microchip KB yang memungkinkan wanita untuk mengontrol hormon kontrasepsi dalam tubuh mereka.

Tuhan yang mengatur segalanya. Proyek quantum dot tatto terhadap corona dapat saja gagal jika virus corona ternyata mengalami mutasi dan atau terjadi herd immunity alamiah yang dipercepat.
Jika quantum dot tatto diberlakukan untuk pekerja dan lain lain maka suatu virus corona adalah percepatan nubuat apa yang tertulis dalam Alkitab.

Uang Digital

Ketua DPR AS Nancy Pelosi, seorang Demokrat dari California menyatakan perlunya paket stimulus besar-besaran untuk menyelamatkan ekonomi dari dampak pandemi coronavirus, tawaran terbaru oleh House Demokrat termasuk jenis stimulus yang sangat memandang ke depan: penciptaan 'dolar digital' dan pembentukan 'dompet dolar digital'. Dalam apa yang akan mengirimkan gelombang kejut melalui industri cryptocurrency dan blockchain, terutama bagi mereka yang mengikuti mata uang digital bank sentral di seluruh dunia, ini menandakan AS serius dalam membangun infrastruktur untuk mata uang digital bank sentral.

RUU tersebut menetapkan dolar digital, yang didefinisikan sebagai 'saldo yang dinyatakan sebagai nilai dolar yang terdiri dari entri buku besar digital yang dicatat sebagai kewajiban dalam rekening Bank Cadangan Federal atau ... unit nilai elektronik, dapat ditukarkan dengan lembaga keuangan yang memenuhi syarat (sebagaimana ditentukan oleh Dewan Gubernur Sistem Cadangan Federal). 'Selain itu, dompet dolar digital diidentifikasi sebagai' dompet atau akun digital, dikelola oleh bank cadangan Federal atas nama setiap orang, yang mewakili kepemilikan dalam perangkat atau layanan elektronik yang digunakan untuk menyimpan dolar digital yang dapat dikaitkan dengan identitas digital atau fisik. '

Mandat juga mengharuskan semua 'bank anggota' membuat 'dompet dolar digital pass-through' untuk semua pelanggan yang memenuhi syarat untuk stimulus. Bank-bank anggota termasuk bank-bank yang merupakan 'anggota' Federal Reserve dan diatur oleh The Fed. Selain itu, bank-bank negara 'Non-Anggota' - bank yang bukan anggota Federal Reserve dan diatur oleh FDIC - dapat ikut serta untuk menawarkan dompet dolar digital pass-through juga.

Permasalahan timbul karena menurut FDIC pada 2017 ada 63 juta orang yang tidak memiliki rekening bank dan underbanked di AS, ia mencatat, ‘Jika cek adalah bentuk pembayaran, stimulus tidak akan menjangkau banyak dari mereka. Itu akan menjadi sekitar $ 100 miliar dari stimulus yang kurang digunakan untuk rumah tangga berpenghasilan rendah. Pengunaan uang non tunai adalah program yang memuluskan transaksi jual beli seperti yang tertulis dalam Wahyu 13:16-17. Lihat juga : Menuju Masyarakat Tanpa Uang Tunai

Pengawasan terhadap masyarakat

Yuval Noah Harari menyatakan pentingnya pengawasan terhadap masyarakat agar pandemi corona dapat diatasi. Terdapat dua cara utama demi mencapai hal tersebut. Metode pertama adalah pemerintah harus memantau setiap orang, dan menghukum siapa saja yang melanggar ketentuan yang ditetapkan. Lima puluh tahun silam, KGB tidak mampu mengikuti warga Soviet yang berjarak 240 m selama 24 jam, KGB juga tidak bisa berharap dapat memproses seluruh informasi yang terkumpul secara efektif. KGB mengandalkan agensi dan analis manusia, dan oleh karena itu tidak mungkin menempatkan agen manusia untuk mengawasi setiap gerak-gerik warganegara. Akan tetapi, pemerintah hari ini dapat mengandalkan sensor di mana-mana dan algoritma yang kuat ketimbang hantu berdarah daging.

Dalam pergulatan mereka melawan epidemi virus korona pemerintah telah mengerahkan banyak perangkat pengawasan termutakhir. China merupakan kasus yang layak diperhatikan. Dengan mengawasi secara seksama gawai setiap orang, mempergunakan ratusan juta kamera pengenal wajah, dan mewajibkan setiap orang untuk mengecek dan melaporkan temperatur tubuh dan kondisi medis mereka, otoritas China tak hanya dapat cepat mengidentifikasi mereka yang dicurigai terjangkit virus korona, tetapi juga melacak pergerakan mereka dan mengidentifikasi dengan siapa saja mereka bersentuhan. Berbagai aplikasi seluler memberikan peringatan terhadap warga terkait kedekatan jarak mereka dengan pasien terinfeksi.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu baru-baru ini melimpahkan wewenang kepada Badan Pertahanan Israel untuk mengerahkan teknologi pengawasan yang pada biasanya dipergunakan demi menumpas teroris untuk melacak pasien virus korona. Saat tim kecil bersangkutan menolak untuk melimpahkan wewenang bertindak, Netanyahu menabraknya dengan “dekrit keadaan darurat”. Dalam beberapa tahun belakangan pemerintah dan korporasi sudah menggunakan teknologi tercanggih yang pernah ada untuk melacak, memantau, dan memanipulasi orang banyak. Apabila kita tidak berhati-hati, epidemi akan menjadi sebuah babak baru dalam sejarah pengawasan umat manusia. Bukan hanya karena ia dapat melumrahkan penggunaan perangkat pengawasan massal dalam suatu negara yang selama ini menolak hal tersebut, melainkan juga karena ia menandai sebuah transisi dramatis dari pengawasan “di luar kulit” menuju pengawasan “di dalam kulit”

Hingga kini, saat jarimu menyentuh layar gawai dan menekan sebuah pranala, pemerintah ingin mengetahui secara seksama apa yang kamu tekan. Tetapi dengan virus korona, fokus perhatian berubah. Sekarang pemerintah ingin mengetahui temperatur jarimu sekaligus tekanan darah di balik kulit.

Lain-lain

Virus corona membuat rasa ingin tahu apa yang terjadi dalam tubuh manusia meningkat dan akan menjadikan demi kesehatan maka dipasang perangkat yang lebih modern dari "Arloji Pintar Penghisap Darah" produk Google yang bekerja cepat dengan cara menembakkan mikro partikel bertekanan gas ke dalam kulit, kemudian menyedot darah dan memasukkannya ke dalam kontainer bertekanan. (lihat KTP Elektronik Berbentuk Biochip Dalam Sudut Pandang Alkitab )

Dengan pertimbangan semua metrik Anda berasal dari data pribadi, korelasi akan menjadi alat yang ampuh yang membantu Anda memahami apa yang terjadi dengan tubuh Anda, apa yang memengaruhinya, bagaimana pengaruhnya, apa yang bisa diubah, dan sebagainya. Jika memungkinkan, bandingkan data dengan penghitung diri lainnya untuk mengetahui aspek yang dapat diperbaiki. Memasukkan gamification ke dalam lifelogging Anda juga akan membuat aspek perbandingan data dari Diri Terkuantifikasi ini menjadi gaya hidup yang berkelanjutan. Akhirnya, bagi para biohackers yang ingin menjelajahi Internet-of-Things, data pribadi dari kuantifikasi diri adalah apa yang mempersonalisasikan IoT.

 Kesimpulan 

Virus corona dijadikan oleh sejumlah orang sebagai momentum kebangkitan RFID (Radio-Frequency Identification) jenis NFC (Near-field Communication) sehingga proyek Internet-of-Things yang dicanangkan binatang 666 memiliki pijakan yang lebih kokoh. Kalangan dari nanoteknologi, bakteriologis, kimiawan dan ilmuwan komputer mendapat peran dalam proyek ini.

Alkitab berkata dalam Wahyu 13:7 Dan ia diperkenankan untuk berperang melawan orang-orang kudus dan untuk mengalahkan mereka; dan kepadanya diberikan kuasa atas setiap suku dan umat dan bahasa dan bangsa. Gereja tidak dapat menghentikan program "internet-of-things, sehingga hanya orang yang memakai tanda yang dapat jual-beli. Akan ada orang yang ditawan dan dibunuh jika melawan. Wahyu 13:10 Barangsiapa ditentukan untuk ditawan, ia akan ditawan; barangsiapa ditentukan untuk dibunuh dengan pedang, ia harus dibunuh dengan pedang. Yang penting di sini ialah ketabahan dan iman orang-orang kudus.

Tuhan akan datang dan memerintah tapi mengizinkan binatang untuk berkuasa dalam waktu yang ditentukan Tuhan. Kita tidak tahu kapan waktunya binatang 666 berkuasa.

TATO KUANTUM, TEKNOLOGI BAYANGAN MENUJU CASHLESS SOCIETY

 


Pendiri Microsoft, Bill Gates, mengumumkan pada 18 Maret 2020 selama sesi acara "Reddit 'Ask Me Anything'" bahwa dia sedang mengerjakan implan "quantum dot tattoo" baru yang tak terlihat yang akan bisa melacak siapa yang telah diuji untuk COVID-19 dan siapa yang telah divaksinasi untuk itu.


Menurut BioHackInfo.Com: “Tato quantum-dot melibatkan penerapan jarum mikro yang berisi bahan berbasis gula yang dapat larut yang mengandung vaksin dan 'titik-titik kuantum' berbasis tembaga yang tertanam di dalam kapsul biokompatibel, skala mikron. Setelah microneedles itu larut di bawah kulit, ia akan meninggalkan titik-titik kuantum yang di-enkapsulasi yang polanya dapat dibaca dengan alat khusus untuk mengidentifikasi vaksin yang diberikan.”

Vaksin Covid-19 sudah dalam penelitian dan pengembangan dan para ahli mengatakan vaksin itu mungkin akan tersedia dalam waktu sekitar 18 bulan ke depan. Apakah ini berarti bahwa vaksinasi paksa atau ‘vaksin yang berlindung di tempat secara terus-menerus bagi mereka yang menolak vaksin coronavirus? Gates secara bersamaan juga berusaha mewujudkan Tanda Sertifikasi ID2020, yang menurut pymnts.com menggunakan "imunisasi yang berfungsi sebagai platform untuk identitas digital". The Gates Foundation juga telah membentuk aliansi dengan Accenture, IDEO, GAVI, dan Rockefeller Foundation untuk menjadikan ID2020 sebagai sebuah kenyataan.

MIT telah mengembangkan tato kuantum atas arahan dan pendanaan Bill Gates. Peneliti MIT telah “menemukan cara terselubung untuk menanamkan catatan vaksinasi langsung di kulit pasien tanpa mendokumentasikannya secara elektronik atau di atas kertas — dan sistem pelacakan risiko rendah mereka dapat sangat menyederhanakan proses untuk mempertahankan catatan vaksin yang akurat, terutama pada skala yang lebih besar,” demikian menurut ScienceAlert.Com.

Bill dan Melinda Gates Foundation mendanai penelitian MIT untuk menciptakan ‘tanda tak terlihat’ ini, yang diterbitkan dalam jurnal, Science Translational Medicine, pada Desember 2019. “Tato” tak terlihat yang menyertai vaksin ini adalah pola yang terdiri dari titik-titik kuantum sangat kecil (mikro) - semikonduktor kristal mikro yang memantulkan cahaya - yang akan bersinar di bawah alat sensor sinar inframerah."

Setan sangat pintar sekali untuk membuat tanda dari binatang itu tidak terlihat.

Meskipun kami tidak dapat memprediksi ‘hari atau jamnya,’ tapi ketika Anda menggabungkan semua komponen ini, maka hal itu akan mulai terlihat sangat mirip dengan awal dari sebuah akhir.

Dan ia menyebabkan, sehingga kepada semua orang, kecil atau besar, kaya atau miskin, merdeka atau hamba, diberi tanda pada tangan kanannya atau pada dahinya, dan tidak seorangpun yang dapat membeli atau menjual selain dari pada mereka yang memakai tanda itu, yaitu nama binatang itu atau bilangan namanya. (Why. 13:16-17)

Baru-baru ini diumumkan bahwa Covid-19 memiliki kemampuan untuk bertahan hidup pada sehelai uang kertas hingga 10 hari. Jadi, berapa lama sebelum dunia bisnis menghindari pemakaian uang kertas karena takut akan virus dan kemudian orang-orang menuntut adanya sebuah masyarakat tanpa uang tunai?

Menurut New9.Com:"Semakin banyak bisnis dan individu di seluruh dunia telah berhenti menggunakan uang kertas karena ketakutan bahwa mata uang fisik, yang dipegang oleh tangan puluhan ribu orang selama masa hidupnya, dapat menjadi sarana untuk penularan virus coronavirus."
Di Korea Selatan, bank sentral negara tersebut menarik uang tunai dari sirkulasi selama dua minggu, dan bahkan membakar uang kertas itu dalam beberapa kasus. Draf RUU stimulus ekonomi mendatang juga berisi ketentuan yang mengharuskan dibuatnya dolar digital, tetapi usulan itu dihapus pada menit terakhir. Senator Demokrat, Sherrod Brown, telah mendorong adanya dolar digital, dengan mengatakan bahwa itu akan "memungkinkan semua orang untuk membuat dompet dolar digital, yang disebut 'FedAccount,' rekening bank gratis yang dapat digunakan untuk menerima uang, melakukan pembayaran, dan mengambil uang tunai." Apakah ini pada akhirnya akan diikat kepada sebuah ‘tanda atau tato digital, katakanlah, yang memiliki kemampuan untuk tidak hanya melacak Anda dengan ID2020, tetapi juga mengkonfirmasi apakah Anda telah divaksinasi, dan juga mengikat dalam sistem perbankan semuanya menjadi satu hingga mudah ditanamkan ‘tanda digital yang tidak terlihat?

Paling tidak, peristiwa-peristiwa dunia belakangan ini menandakan kemungkinan nyata vaksinasi yang dipaksakan, karena semua orang di dunia mematuhi pemerintah-pemerintah mereka untuk "berlindung di rumah."

The Technology for the Mark of the Beast is Here Now - Smart Skin...
https://www.tldm.org/news4/markofthebeast.htm

Tanda dari Binatang dan Tanda dari Kristus yang Hidup ...

"Kamu telah diminta untuk mengenakan 
benda-benda sakramental di lehermu. Sekarang aku akan menjelaskan mengapa, anak-anakku. Aku telah memperingatkan kamu tentang adanya kuasa-kuasa jahat yang tidak terlihat olehmu. Aku telah memperingatkan kamu bahwa mata manusia tidak dapat melihat ini. Tetapi kekuatan itu ada dan ia amat nyata di dunia mereka seperti halnya benda padat yang ada di duniamu. Ketahuilah ini, bahwa ada dua kubu sekarang di bumi: Lucifer di satu sisi dan jalan ke Surga beserta para pengikutnya di sisi lain. Kamu semua telah ditandai. Ada dua tanda sekarang: tanda dari binatang dan tanda dari Kristus yang hidup.
"Kenalilah tanda-tanda zaman, anak-anakku. Perang sedang berlangsung."
- Our Lady, Bayside, March 25, 1972

Bill Gates, Sang Aktor di balik pandemi ini?

 


Pidato Bill Gates pada tahun 2015 lalu berujung kontroversial. Banyak pihak menuding pria berusia 64 tahun itu sebagai dalang di balik terciptanya virus Corona (Covid-19).Pada acara TED Talk yang berjudul The Next Outbreak? We’re Not Ready, Bill memberikan prediksi bahwa akan ada pandemi virus yang akan merongrong dunia.”Ketika saya masih kecil, bencana yang paling kita takutkan adalah perang nuklir. Oleh karenanya, kita menciptakan banyak bunker dan menyiapkan banyak tong untuk diisi makanan,” ujar Bill.Bahkan dalam presentasi pidatonya, Bill menampilkan slide berupa gambar virus yang mirip dengan virus Corona.”Hari ini, risiko terbesar dari kehancuran global bukanlah nuklir, melainkan virus. Jika ada yang mampu membunuh 10 juta orang dalam beberapa dekade ke depan, itu adalah infeksi virus tingkat tinggi, bukan perang,” dia menambahkan.”Bukan perang, tapi mikroba. Oleh karenanya, kami menginvestasikan uang dalam jumlah besar untuk menangkal nuklir. Tetapi, kita berinvestasi sangat sedikit untuk menghentikan epidemi. Kita tak siap untuk menghadapi epidemi selanjutnya,” tegas Bill.Tak hanya terkait pernyataannya pada 2015 lalu, sejumlah variabel semakin memperkuat teori konspirasi bahwa Bill Gates adalah aktor intelektual di balik terciptanya virus Corona.Satu di antara faktor utama yang memicu teori tersebut adalah Bill & Melinda Gates Foundation. Lembaga ini mendonasikan 250 juta dolar AS untuk memerangi virus Corona dan membuat vaksin. Usaha tersebut menciptakan teori konspirasi bahwa Gates memiliki rencana untuk menggunakan vaksin sebagai cara untuk “melacak orang”.Teori tersebut mendapatkan perhatian luas publik setelah Koresponden Gedung Putih Emerald Robinson mem-posting tweet pada 6 April 2020 lalu yang memaparkan beberapa variabel mengapa Gates memiliki korelasi dengan virus yang sangat menular tersebut.Beberapa fakta yang disebutkan Robinson misalnya terkait Gates yang merupakan penyandang dana terbesar ke-2 bagi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), telah membangun 7 laboratorium vaksin, serta adanya proyek ID2020 Microsoft yang akan menjadi Kartu Tanda Penduduk (KTP) global.Atas berbagai fakta tersebut, Robinson menyimpulkan bahwa Gates pada dasarnya telah mengendalikan kebijakan kesehatan global, dan kemudian nantinya menggunakan vaksin untuk melacak orang.Klaim terus berkembang setelah Gates berpartisipasi dalam forum Reddit pada 18 Maret 2020 lalu. Di sana, ia menuturkan bahwa mereka akan memiliki “digital certificates” untuk menunjukkan siapa yang telah pulih dari virus, dites, dan telah menerima vaksin ketika yayasan Gates telah membuatnya.Sehari setelahnya sebuah situs web bernama Biohackinfo.com mempublikasikan tulisan yang berjudul “Bill Gates will use microchip implants to fight coronavirus“. Di sana disebutkan bahwa digital certificates yang dimaksud Gates adalah QUANTUM-DOT TATTOOS.Dengan merebaknya Covid-19 ke seluruh dunia, tentu itu memberikan kesempatan yang besar bagi Gates untuk mengimplan QUANTUM-DOT TATTOOS, semacam microchip untuk melihat apakah orang tersebut telah dites, telah divaksin, dan telah pulih dari Covid-19.QUANTUM-DOT TATTOOS berbentuk seperti tato yang digunakan untuk mengatasi masalah penyimpanan catatan vaksinasi yang buruk. Tato tersebut menggunakan tinta kasat mata yang bisa bertahan hingga lima tahun dan nantinya dapat dibaca melalui smartphone.Konteksnya menjadi menarik karena QUANTUM-DOT TATTOOS diklaim dapat melacak dan mengumpulkan data pengguna. Oleh sebab itu, tidak heran sebenarnya, dengan nantinya penduduk seluruh dunia akan diimplan demi kepentingan vaksinasi, lahirnya narasi yang menyebutkan bahwa pendiri Microsoft tersebut tengah berusaha untuk membangun bank data raksasa menjadi masuk akal.Konteks tersebut semakin kuat dengan adanya fakta keberhasilan Microsoft mengalahkan Amazon dalam tender proyek sistem penyimpanan data berbasis internet (cloud) di Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS), Pentagon pada Oktober tahun lalu.Jika nantinya Gates benar-benar berhasil menciptakan bank data raksasa melalui QUANTUM-DOT TATTOOS, tentunya itu akan membuat Microsoft menjadi pusat data dunia. Dengan kata lain, itu menjadi ladang bisnis yang benar-benar menggiurkan.Ada pula beberapa teori yang mengaitkan teknologi 5G dengan penyebaran virus Corona. Teori tersebut menyatakan bahwa teknologi 5G mempercepat penyebaran virus corona lantaran menyerang sistem kekebalan tubuh. Teori ini dibangun dengan argumentasi, Wuhan yang merupakan salah satu kota pertama uji coba 5G di Tiongkok menjadi episentrum virus corona.Teori tersebut didengungkan oleh seorang ahli teori konspirasi David Icke dalam sesi tanya jawab di channel London Real. Dia menilai virus Corona adalah fiksi yang dibuat Gates untuk menutupi kerusakan fisik akibat teknologi 5G.”Jika 5G berlanjut dan mencapai tempat yang mereka inginkan, kehidupan manusia seperti yang kita tahu sudah berakhir. Jadi orang harus membuat keputusan,” ungkap David.Pernyataan itu berujung pada aksi vandalisme di Inggris. Massa menghancurkan dan membakar tiang telepon seluler berjaringan 5G. Bahkan, aktor Woody Harrelson dan penyanyi MIA turut menyebarkan teori ini kepada jutaan pengikut mereka di media sosial.Dampak Teori Konspirasi terhadap Bill GatesTeori konspirasi ini terus mengerucut kepada Bill Gates. Hingga pekan lalu saja, perusahaan jasa analisis media sosial, Zignal, mencatat ada 18.000 konten di media sosial yang menyebut Gates sebagai aktor pencipta virus Corona. Adapun, data di New York Times menyebutkan ada 16 ribu postingan teori konspirasi soal Bill Gates.Bill Gates juga menjadi trending topic di Afrika pada akhir Maret lalu. Ada lebih dari 35.000 tweet yang menyebutkan namanya dan menolak negara mereka dijadikan sebagai tempat uji coba vaksin milik Gates.Adalah seorang dokter dan ahli mikrobiologi dari Prancis bernama Didier Raolt yang pertama kali mengobarkan isu ini melalui akun Facebook miliknya.”Saya meminta penduduk Afrika agar tidak menggunakan vaksin yang sebentar lagi dijual untuk melawan virus Corona. Negara Barat ingin menghancurkan Afrika,” tulis Raolt.”Mengapa mereka tidak menggunakan virus ini di Italia, Spanyol, dan Prancis di mana ada banyak sekali kasus? Saya ingin memperingatkan para pemimpin di Afrika. Satu-satunya vaksin untuk melawan Corona adalah chloroquine,” dia menambahkan.Pernyataan Raolt tersebut mendapatkan banyak dukungan. Hal itu dibuktikan dengan munculnya sebuah Grup Facebook bernama Didier Raolt Vs Coronavirus yang memiliki pengikut lebih dari 400 ribu orang.Bill Gates sendiri dan istrinya, Melinda, membantah tegas segala teori konspirasi ini. Lantas, apakah Anda percaya dengan sejumlah teori konspirasi ini?