Di manapun kita berpijak di bumi Indonesia ini, kita ada dalam risiko bencana. Ini tampak pada Peta Indeks Risiko Bencana Indonesia yang ada, bahwa semua wilayah di Indonesia ini memiliki risiko bencana level sedang dan tinggi. Tidak ada yang level risiko rendah!
Artinya, kejadian berpotensi bencana bisa terjadi di mana saja, seperti "kopyokan arisan".
Artinya, kejadian berpotensi bencana bisa terjadi di mana saja, seperti "kopyokan arisan".
Untuk itu, kita harus menyiapkan diri dan keluarga yang kita sayangi untuk tetap tangguh menghadapi bencana. Jadilah Keluarga Tangguh Bencana.
Keluarga yang tangguh dibentuk melalui 3 proses atau tahapan.
1. Sadar risiko bencana. Artinya mengetahui dan sadar akan risiko bencana dilingkungannya
2. Pengetahuan. Keluarga mengetahui dan memperkuat struktur bangunan di mana mereka tinggal, paham manajemen bencana, dan melakukan edukasi bencana di dalam keluarga sendiri secara terus menerus.
3. Berdaya. Maksudnya, mampu menyelamatkan diri sendiri, keluarga dan tetangga.
2. Pengetahuan. Keluarga mengetahui dan memperkuat struktur bangunan di mana mereka tinggal, paham manajemen bencana, dan melakukan edukasi bencana di dalam keluarga sendiri secara terus menerus.
3. Berdaya. Maksudnya, mampu menyelamatkan diri sendiri, keluarga dan tetangga.
Teknisnya bagaimana agar keluarga kita tangguh atau siap menghadapi bencana? Bagaimana agar keluarga kita tidak terkena bencana? Bagaimana rumah yang aman dari bencana? Apa saja yang harus kita persiapkan dan rencanakan untuk menghadapi bencana? Apa yang harus kita ajarkan kepada anak-anak kita? Apa yang harus kita lakukan saat ada kejadian berpotensi bencana? Bagaimana cara menyelamatkan diri? Bagaimana kalau rumah dan lingkungan kita rusak karena bencana? Bagaimana mendapatkan informasi? Bagaimana kita bertahan hidup sebelum pertolongan datang?
Pertanyaan-pertanyaan inilah yang perlu kita jawab. Tentu masih banyak pertanyaan lainnya.
Seperti "janji" saya kemarin itu, mari kita bahas satu persatu di acara ini. Semoga keluarga teman-teman makin tangguh, dan sekolah saya di bidang kebencanaan jadi amal jariyah.
No comments:
Post a Comment