Sunday, January 12, 2020

Rumah Tahfidz atau Ma'had Mewah

ilustrasi

Hari ini saya didatangi keponakan yang baru menjadi CPNS dosen di sebuah kampus. Sebagai dosen baru, tentu perlu menata hidup, termasuk mencari kontrakan. Di antara pembicaaran selain masalah harga rumah sederhana yang mahal, dia juga cerita hal-hal berikut:
1. Pengalaman dia selama keliling di beberapa kota, banyak ditemui ma'had-ma'had baru yang mewah. Mewah dalam arti lux, megah, dan ada sarana-sarana yang disebut mereka syar'i, seperti panahan, kuda-kudaan dll. Juga mewah dalam arti mepet sawah. Ma'had-ma'had itu dibangun di pelosok desa yang sekitarnya adalah sawah dengan jalannya belum beraspal, tapi para pengunjungnya banyak yang memakai mobil mewah.
2. Dia juga bercerita bagaimana di beberapa kota banyak tempat hafalan Qur'an yang disebut dengan rumah tahfidz atau griya tahfidz. Dia punya teman S2 yang saat kuliah katagori kehidupan gak punya, tapi ujug-ujug di suatu desa yang dingin sudah mengelola bangunan megah berupa rumah tahfidz.
3. Keponakan saya ini berkulit putih dan jenggot tipis, pokoknya mirip kelompok hehe (tapi warga NU tulen dan Gus)... Suatu saat dia naik ojol untuk survei kontrakan. Si ojol malah nawari ada rumah syar'i yang bayarnya mudah dan di perumahan syar'i itu ada masjid yang disebutnya masjid sunnah (entah gimana ya masjid yang gak sunnah). Si ojol masih nyerocos bahwa perumahan syar'inya ini gak kayak di kampung-kampung yg ada tradisi yang menurutnya tidak syari. Masih kurang, si ojol juga bilang bahwa rumah syar'i itu bayarnya bisa nyicil dan kalau terpaksa bisa semampunya, serta non riba.
4. Lalu si ponakan bilang bahwa teman-teman dosennya berkata atas kisah-kisah di atas yang juga pernah mereka ketahui, bahwa nampaknya ada pasokan dana besar dari donatur Timur-Tengah atau ada pengusaha yang "mendiversifikasi" usahanya dengan merambah ke bisnis per-ma'had-an. Buktinya bayarnya sangat mahal sekali. Atau juga ada franchise ma'had...
5. Saya memungkasi, seorang profesor dari non-NU yang akrab dan baik dengan saya pernah bilang, memang di Timur Tengah ada donatur yang menyumbangkan uangnya ke Indonesia. Ada muatan ideologi?
Saya juga berkata kepada keponakan, "Nampaknya memang ada juga pengusaha yang jeli melihat peluang bisnis di ma'had dengan fasilitas mewah yang pangsa pasarnya ditujukan ke muslim kaya dengan biaya mahal. Memang kapitalis yang jeli, apapun bisa dimanfaatkan untuk bisnisnya. Lalu pikiran saya berkelebat si Donald sang kapitalis yang perang pun juga bisa dibisniskan.

Titik Temu Wahabi dan HTI Terkait Iran

ilustrasi

1. Wahabi menuduh Iran berkonspirasi dengan Amerika dan juga Israel. Isu ini dijejalkan dan diulang-ulang agar dipercayai pembaca, entah apa tujuannya...baca semisal situs ini https://www.eramuslim.com/…/mengapa-amerika-tidak-memilih-s… dan situs sejenis seperri kiblat, hidayatullah dll. Lalu bandingkan dengan kontranarasi dari situs semisal di http://liputanislam.com/…/membedah-hubungan-syiah-iran-den…/
2. HTI juga menuding Imam Khomaini berkonspirasi dengan Amerika. Sejak saya masih ikut kajian HTI, isu itu dihembuskan. Entah apa juga motifnya...baca buku karya MD. Riyan, orang HTI berjudul "Political Quotient" yang covernya ada foto Taqiyuddin anNabhani. Buku itu menukil tuduhan konspirasi AS dg Iran.
3. Biasanya kalau ada orang yang membantah dengan argumen, "Bagaimana Iran, AS, Israel yg tidak punya hubungan diplomatik, dan gak punya kedutaan di masing-masing negara kok konspirasi. Beda dengan negara-negara di Timteng yang punya hubungan diplomatik."
Mereka akan jawab ngeles hingga ke tingkat kayak ucapan orang yang akalnya digadaikan. Ssmisal mereka menjawab, "Kalau mereka bermusuhan, kok gak perang, hanya main ancam saja."
Saat dijawab, "Apa perang gak perlu strategi asal kabruk dan hantam kromo kayak para pelaku bom bunuh diri itu?" maklum penghobi perang, dan nalar cupet, banyak negara-negara di Timteng yg malah mesra dan tabik serta gak berani ngritik sepatah katapun ke Israel dan USA, tapi gak pernah mereka tuduh."
4. Namun saat ini mereka akan keok dan klakep bila ditunjukkan baru saja AS mengebom jenderal Soleimani (petinggi Iran dan salah satu tokoh yang memerangi ISIS di Suriah dan Irak). Lalu Iran balas merudal pangkalan tentara AS.
4. Tapi maklum nalar pendek. masih ada saja yang asal nyeplos (teringat si politisi wajah bulat berkacamata yg juga gampang mangap untuk membela tuannya). Apa isi nyeplosnya? Dia bilang Iran menyerang tentara AS dan tentara AS sembunyi di bunker, jadi aman-aman saja.
Lho, aneh kan orang ini. Semula nuntut perang, setelah ada saling merudal, eh bicara sembunyi di bunker.. Jangan jangan mereka ini memang teman setia dan pembela AS, kayak sebagian negara di Timteng.
5. Kita bela negara manapun (entah negara yang banyak non muslimnya, apalagi yang banyak muslimnya) yang berani melawan negara-negara besar yang seakan bisa sewenang-wenang melakukan kezaliman, menindas dan tidak mengindahkan kesepakatan Internasional.

Menjadi Keluarga Tangguh Bencana

ilustrasi

Di manapun kita berpijak di bumi Indonesia ini, kita ada dalam risiko bencana. Ini tampak pada Peta Indeks Risiko Bencana Indonesia yang ada, bahwa semua wilayah di Indonesia ini memiliki risiko bencana level sedang dan tinggi. Tidak ada yang level risiko rendah!
Artinya, kejadian berpotensi bencana bisa terjadi di mana saja, seperti "kopyokan arisan".
Untuk itu, kita harus menyiapkan diri dan keluarga yang kita sayangi untuk tetap tangguh menghadapi bencana. Jadilah Keluarga Tangguh Bencana.
Keluarga yang tangguh dibentuk melalui 3 proses atau tahapan.
‌1. Sadar risiko bencana. Artinya mengetahui dan sadar akan risiko bencana dilingkungannya
‌2. Pengetahuan. Keluarga mengetahui dan memperkuat struktur bangunan di mana mereka tinggal, paham manajemen bencana, dan melakukan edukasi bencana di dalam keluarga sendiri secara terus menerus.
‌3. Berdaya. Maksudnya, mampu menyelamatkan diri sendiri, keluarga dan tetangga.
Teknisnya bagaimana agar keluarga kita tangguh atau siap menghadapi bencana? Bagaimana agar keluarga kita tidak terkena bencana? Bagaimana rumah yang aman dari bencana? Apa saja yang harus kita persiapkan dan rencanakan untuk menghadapi bencana? Apa yang harus kita ajarkan kepada anak-anak kita? Apa yang harus kita lakukan saat ada kejadian berpotensi bencana? Bagaimana cara menyelamatkan diri? Bagaimana kalau rumah dan lingkungan kita rusak karena bencana? Bagaimana mendapatkan informasi? Bagaimana kita bertahan hidup sebelum pertolongan datang?
Pertanyaan-pertanyaan inilah yang perlu kita jawab. Tentu masih banyak pertanyaan lainnya.
Seperti "janji" saya kemarin itu, mari kita bahas satu persatu di acara ini. Semoga keluarga teman-teman makin tangguh, dan sekolah saya di bidang kebencanaan jadi amal jariyah.

Akhlak Iran Soal Salah Tembak Pesawat Ukraina

ilustrasi
Hanya dalam tempo waktu 2x24 jam telah membuat tim investigasi independent yang melibatkan 45 pakar Ukraina dalam penyidikan penyebab terjadinya insiden jatuhnya pesawat...
Mengumumkan secara cepat hasil investigasi, yang mengumumkan pun langsung Presiden, dan mengakui kesalahan terjadi dari pihak Iran karena kelalaian sistem pertahanan udara dan siap bertanggungjawab dengan semua kompensasinya
namun tetap akan dilakukan investigasi lanjutan terutama alasan pilot mengarahkan pesawat mendekati wilayah penerbangan yang sensitif dan sedang bersiaga penuh....
Bandingkan akhlak negara lain.... Arab Saudi misalnya, insiden Mina tahun 2015 yang menyebabkan meninggalnya 1000 lebih jamaah haji (paling banyak calon haji dari Iran) karena berdesak-desakan sampai saat ini tidak juga membuat tim investigasi untuk penyidikan, meski dituntut dunia internasional terutama dari Iran...
CCTV disembunyikan bahkan secara sepihak menutup kasus... pejabat-pejabat pentingnya cukup mengatakan... ini takdir Allah...