Saturday, December 7, 2019

Menebak Kepribadian Melalui Tulisan Miring Kiri Atau Kanan



Ada beragam cara untuk mengetahui kepribadian seseorang bahkan dari hal-hal kecil yang kerap dilakukan setiap hari. Sebut saja dari makanan kesukaan, parfum yang kerap digunakan, cara berpakaiaan, hingga tulisan.
Tahukah Anda jika melalui tulisan tangan yang miring kanan atau kiri karakter orang dapat diungkap. Mengingat setiap orang pasti mempunyai cara menulis yang khas dan tidak ada yang sama.Lantas, seperti apa kepribadian orang yang memiliki tulisan yang miring kanan atau kiri? Melansir dari Reader’s Digest, orang dengan tulisan tangan yang miring ke kanan merupakan orang yang baik dalam bersosialisasi.
Mereka kerap bertemu banyak orang dan bekerja dengan orang baru. Bukan suatu masalah ketika ia melakukan pekerjaan dengan orang yang baru dikenal. Bagaimana kepribadian orang tulisan tangan miring ke kiri?Mereka adalah tipe orang yang lebih suka bekerja sendiri atau menyelesaikan pekerjaan tanpa bantuan orang lain. Tipe ini juga cenderung tertutup dan meneliti kesalahannya serta belajar dari hal tersebut.
Sementara itu, orang dengan tulisan tangan tegak lebih seimbang untuk kehidupan sosial. Setiap gaya menulis tentu memiliki kekurangan dan kelebihan. Lalu, bagaimana dengan Anda?

FBI Anggap FaceApp Menyimpan Risiko Berbahaya

Awas, FBI Anggap FaceApp Menyimpan Risiko Berbahaya

Biro Investigasi Federal AS, atau lebih dikenal dengan FBI, mengingatkan para pengguna FaceApp akan bahaya di balik aplikasi pengubah wajah tersebut.
Menggunakan teknologi Artificial Intelligence atau AI, aplikasi yang sempat viral di media sosial berkat tagar #AgeChallenge itu bisa mengubah wajah pengguna menjadi lebih muda atau lebih tua.
Namun FBI meyakini aplikasi ini memiliki risiko keamanan data. Karena berasal dari Rusia, FaceApp dikhawatirkan bisa meneruskan data pengguna ke pemerintah negara tersebut. 
"FBI menganggap aplikasi mobile atau produk sejenis yang dikembangkan di Rusia, seperti FaceApp, sebagai ancaman intelijen potensial. Berdasarkan data yang diambil, ketentuan privasi dan penggunaan, serta mekanisme hukum yang berlaku terhadap pemerintah Rusia untuk mengakses data di dalam wilayahnya," bunyi pernyataan FBI.
FBI bahkan menyoroti biro intelijen Rusia, Federal Security Service (FSB) yang dicurigai mampu mengakses semua jaringan telekomunikasi dan server di Rusia tanpa perlu memberitahu pihak penyedia layanan internet (ISP).
Sebelumnya, pimpinan Senat AS Chuck Schumer menyatakan kekhawatirannya terhadap keamanan FaceApp. Juli lalu, Schumer meminta FBI menyelidiki risiko sekuriti dari aplikasi tersebut. "Saya sangat menyarankan warga Amerika agar segera menghapus aplikasi FaceApp," kata Schumer.
FaceApp sendiri sudah menyatakan bahwa data pengguna disimpan pada server di AS, Singapura, Irlandia dan Australia. Mereka juga turut menegaskan bahwa foto-foto pengguna dihapus secara otomatis dari server  setelah 48 jam. Namun, itu tak berartiFBI dan pemerintah AS percaya begitu saja.

Awas, Sebar Konten Pornografi Bisa Didenda Rp100 Juta

Awas, Sebar Konten Pornografi Bisa Didenda Rp100 Juta

Kementerian Komunikasi dan Informatika atauKemenkominfo akan mendenda Penyedia Sistem Eletronik (PSE) bila kedapatan menampilkan konten pornografi di platform mereka. Besaran dendanya Rp 100 juta per konten yang ditemukan.
"Untuk pornografi langsung denda, tidak ada ampun karena dia punya kemampuan (untuk mendeteksi)," kata Direktur Jenderal Aplikasi Informatika, Semuel Pangerapan.
Kementerian, berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 71 tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik, akan memberikan denda sebesar Rp100 juta per konten.
Besaran denda tersebut juga berlaku untuk temuan konten negatif yang sebenarnya dapat ditangani secara otomatis oleh penyelenggara sistem elektronik, termasuk media sosial.
Sementara untuk konten negatif lain yang memerlukan tinjauan, misalnya ujaran kebencian, akan dikenakan sanksi sesuai dengan karakteristik konten dan kepatuhan platform terhadap tenggat waktu yang diberikan untuk mengatasi konten.
Kominfo, berdasarkan peraturan pemerintah tersebut, akan memberikan tenggat waktu pada penyelenggara sistem elektronik untuk meninjau dan menindaklanjuti konten tersebut.
Jika melewati tenggat waktu yang diberikan, pemerintah akan memberikan sanksi berupa denda atau bahkan pemblokiran sementara jika konten tersebut membahayakan, misalnya berpotensi memecah belah masyarakat, sampai platform bisa mengatasi masalah tersebut.
Saat ini pemerintah sedang mensosialisasikan aturan baru ini kepada penyelenggara sistem elektronik.
PP 71, revisi dari PP PSTE nomor 82 tahun 2012, meminta penyelenggara sistem elektronik untuk lebih proaktif memblokir konten yang tidak sesuai dengan peraturan di Indonesia. Platform seperti media sosial dianggap sudah memiliki teknologi yang secara otomatis dapat mendeteksi konten negatif, misalnya pornografi.
Denda terkait penyebaran konten pornografi kepada penyelenggara elektronik baru akan diberlakukan pada Oktober 2020 atau setahun setelah PP 71 disahkan. Pemerintah, setelah aturan ini berlaku, akan melakukan patroli siber untuk memantau apakah aturan mengenai konten sudah dijalankan oleh penyelenggara sistem elektronik.

Saturday, November 9, 2019

Kisah Keluarga Muslim Penjaga Kunci Gereja Yesus The Holy Sepulchre Yerusalem

Kisah Keluarga Muslim Penjaga Kunci Gereja Yesus The Holy Sepulchre Yerusalem

Juru kunci situs ini adalah Klan Nuseibeh. Merupakan dinasti Muslim tertua di Yerusalem. Keluarga Nuseibeh memiliki sejarah panjang dan ikatan erat dengan Tanah Suci Yerusalem sejak zaman nenek moyang pertama mereka tiba pada abad ke-7. 
Keluarga Nuseibeh al-Khazraj telah menjadi penjaga kunci sejak penaklukan Arab-Islam atas Yerusalem 1400 tahun yang lalu di bawah kepemimpinan Khalifah Umar bin Khattab.
Dilansir dari CNS News, Wajeeh Nuseibeh mengambil alih posisi ayahnya, Yakub, ketika dia meninggal pada tahun 1986. 
Ayahnya telah memegang posisi itu sejak 1967, ketika dia menggantikan sepupunya. Sebagai seorang anak, Nuseibeh biasa mengunjungi gereja bersama mendiang ayahnya tersebut.
Nuseibeh tiba pada jam 9 pagi dan menghabiskan sebagian besar waktunya di dekat pintu masuk gereja. 
Di tempat seperti Gereja Makam Suci, tempat perjanjian Status Quo 1885 dijaga oleh semua kelompok Kristen di gereja, tanggung jawab tersebut bukanlah masalah kecil dan tradisi berabad-abad ini dianggap sangat serius. "Jika dia tidak membuka pintu, itu akan tetap tertutup," kata mendiang Pastor Dominika Jerome Murphy-O'Connor, seorang profesor Perjanjian Baru di L'Ecole Biblique.
Catatan dan manuskrip kuno yang disimpan oleh berbagai denominasi Kristen di biara, mencatat hubungan keluarga Nuseibeh dan para leluhur mereka dari Bani Ghanim al-Khazraj hingga Makam Suci. 
Di Yerussalem, enam golongan Kristen berbagi di tempat Gereja Makam Yesus ini. Mereka adalah Ortodoks Yunani, Ortodoks Armenia, Katholik, Ortodoks Siria, Ortodoks Koptik Aleksandria-Mesir, dan Ortodoks Ethiopia Tewahedo.
Katholik Roma, Yunani, dan Armenia -memegang 70 persen kepemilikan gereja. Keenam golongan Kristen yang berbagi gereja ini sulit menyepakati banyak masalah praktis. Bahkan, untuk urusan pembersihan gereja pun mereka bertengkar.
Ada kekhawatiran jika salah satu dari mereka memegang kunci, maka pertikaian akan semakin memuncak. Maka, kekhawatiran itulah yang sangat dipercaya sebagai alasan sehingga kunci diserahkan kepada keluarga Muslim.
Nusseibeh adalah keluarga Muslim Yerusalem kuno, secara turun-temurun memegang kunci Gereja Makam Suci ini.
Dua jam setelah matahari terbenam, mereka mengunci gereja dan membukanya sebelum fajar, setiap hari. Ini tradisi sejak zaman nenek moyang mereka selama ratusan tahun. Keluarga Nusseibeh tinggal di luar Kota Tua.
Wajeeh Nusseibeh adalah penjaga pintu saat ini. Konon, keluarganya telah melakukan tugas ini lebih dari 1300 tahun. Meskipun ada satu celah selama 88 tahun, ketika Tentara Salib Kristen memerintah Yerusalem pada abad ke-12.
Kisah tentang ini pernah diabadikan dalam film berjudul: Im Haus Meines Vaters Sind Viele Wohnungen (Di Rumah Bapaku Ada Banyak Tempat).
Para biarawan yang tinggal di dalam komplek gereja harus pulang tepat waktu. Jika tidak, mereka terpaksa bermalam di tempat lain.
Ritualnya, begitu pintu dari kayu tebal ditutup, seorang biarawan di dalam mendorong tangga lewat lubang yang sengaja dibangun, sehingga orang dari luar hanya bisa memanjat untuk mencapai kunci paling atas. Peziarah datang dari berbagai penjuru dunia.
Banyak di antara mereka yang terharu saat menyentuh batu di pintu masuk, di mana tubuh Yesus dibaringkan, setelah diturunkan dari kayu salib. Setiap masa prosesi keagamaan, gereja ini dipadati peziarah.
Ada masa di mana, biarawan dari gereja Armenia memulai prosesi di sekitar makam, sementara para biarawan Katholik berjarak tak jauh di depan mereka.
Sepanjang tahun, pekerjaan Nuseibeh terdiri dari melacak kapan dan bagaimana membuka pintu, tergantung pada kelompok mana yang memiliki prosesi keagamaan dan jam berapa. Setiap sore pukul 4 sore, ia menutup pintu di tengah jalan untuk menandai dimulainya prosesi Fransiskan dan mencegah orang masuk atau pergi untuk mencegah gangguan acara.
"Ayah saya menunjukkan segalanya kepada saya, apa yang harus dilakukan dan apa cara yang benar untuk melakukannya. Dia menulis catatan dan menjelaskannya kepada saya," kata Wajeeh Nuseibeh, penjaga kunci Gereja Yesus The Holy Sepulchre di Kota Tua Yerusalem

Pengakuan Kader PKS Cara Menghancurkan NKRI

Gambar mungkin berisi: 1 orang, tersenyum, duduk dan teks
_Testimoni ini ditulis oleh seorang mantan kader PKS dari UI bernama Arbania Fitriani, sebagai "note" pribadi di facebook._
Pertama-tama, saya menuliskan pengalaman saya ini tidak untuk menjatuhkan atau menjelek-jelekkan salah satu partai besar di Indonesia. Saya hanya ingin berbagi pengalaman untuk menjadi bahan renungan para pembaca agar dapat lebih mengenal PKS dari dalam.
Tulisan ini dimaksudkan agar masyarakat dapat mengenal PKS secara objektif, agar rakyat Indonesia mengetahui apakah PKS benar-benar mengusung kepentingan rakyat Indonesia atau justru sedang mengkhianati masyarakat dan para kadernya sendiri dengan sentimen keagamaan serta jargon sebagai partai bersih. Sayangnya, banyak masyarakat dan orang-orang di dalam tubuh PKS ini pun tidak menyadarinya.
Bagian tersebut akan saya jelaskan secara singkat di akhir cerita saya, dan sekarang saya ingin berbagi dulu kepada para pembaca mengenai sistem pengkaderan PKS yang sangat canggih dan sistematis sehingga dalam waktu singkat membuatnya menjadi partai besar.
Saya waktu mahasiswa adalah kader PKS mulai dari 'amsirriyah sampai ke 'am jahriyah. Mulai dari saya masih sembunyi-sembunyi dalam berdakwah, sampai ke fase dakwah secara terang-terangan, sejak PKS masih bernama PK sampai kemudian menjadi PKS.
Dalam struktur pengkaderan PKS di kampus, ada beberapa lingkaran, yakni lingkaran inti yang disebut majelis syuro'ah (MS), lingkaran kedua yang disebut majelis besar (MB), dan lingkaran tiga yang menjadi corong dakwah seperti senat (BEM), BPM (MPM), lembaga kerohanian islam.
Jenjangnya adalah mulai dari lembaga dakwah tingkat jurusan, fakultas, sampai ke universitas. Jika di universitas tersebut terdapat asrama dan punya kegiatan kemahasiswaan, maka di sana pun pasti ada struktur seperti yang telah saya terangkan.
Universitas biasanya akan berhubungan dengan PKS terkait perkembangan politik kampus maupun perkembangan politik nasional. Dari sanalah basis PKS dalam melakukan pergerakan-pergerakan politik dalam negeri atas nama mahasiswa, baik itu yang berwujud demonstrasi maupun pergerakan lainnya. Sistem pergerakan, pengkaderan dan struktur lingkaran yang terjadi di dunia kampus sama persis dengan yang terjadi di tingkat nasional.
Kembali ke dalam struktur lingkaran PKS di kampus, orang-orang yang duduk di MS jumlahnya biasanya tidak banyak dan orang-orangnya adalah orang-orang yang terpilih. Kebanyakan yang menjadi anggota MS adalah mahasiswa yang memang sudah dikader sejak SMU. Tapi ada juga yang berhasil masuk ke dalam MS dari orang-orang yang telah dikader pada saat kuliah. Saya termasuk orang yang masuk ke dalam lingkaran MS yang baru dikader pada saat kuliah dan menduduki posisi sebagai mas’ulah di asrama UI sehingga saya punya akses langsung untuk berdiskusi dengan mas’ulah tingkat universitas. Dari sini juga saya akhirnya banyak tahu sistem dalam PKS meskipun saya pada tingkat fakultas hanya masuk sampai tingkat MB.
Struktur MS dan MB memiliki mas’ul (pemimpin untuk anggota ikhwan) dan mas’ulah (pemimpin untuk anggota akhwat). Masing-masing mas’ul(ah) ini membawahi MS secara keseluruhan dan ada juga mas’ul(ah) yang membawahi sayap-sayap dakwah, yakni sayap tarbiyah (mengurusi pengkaderan khusus untuk ikhwah seperti pemetaan liqoat, materi liqoat, dll), sayap syiar (mengurusi syiar Islam, khususnya dalam lembaga kerohanian formal dan menjaring kader baru), dan sayap sosial & politik (mengurusi dakwah dalam bidang lembaga formal kampus, yakni BEM dan MPM).
Di lingkaran kedua adalah majelis besar, anggotanya adalah ikhwah yang sudah dikader juga dan tinggal menerima keputusan dari MS untuk dilaksanakan. Jadi, MS ini adalah _think-tank_ dari seluruh kegiatan yang terjadi di kampus. Apabila kader PKS duduk sebagai ketua BEM/Senat atau MPM/BPM, maka semua kegiatannya harus mendapat izin dari MS dan memang biasanya berbagai agenda di BEM/Senat dan MPM/BPM ini dibuat oleh MS.
Bagaimana sistem pengkaderan PKS itu sendiri? Bagaimana PKS mengubah seorang menjadi kader yang militan?
Jalan pertama adalah menguasai Senat, BEM, BPM, dan MPM. Apabila lembaga formal ini sudah dikuasai, akan mudah untuk membuat kebijakan terutama pada masa penerimaan mahasiswa baru.
Saat orientasi mahasiswa baru biasanya mereka akan dibentuk menjadi kelompok kecil (halaqah) dan ikhwah PKS akan berperan sebagai mentor. Kegiatan ini akan berlanjut rutin selama masa perkuliahan di mana halaqah ini akan berkumpul 1 minggu sekali. Dari sinilah biasanya akan terjaring orang-orang yang kemudian akan menjadi ikhwan militan, bahkan orang yang sebelumnya tidak pakai jilbab dan sangat gaul bisa menjadi seorang akhwat yang sangat pemalu namun juga sangat militan.
Agenda utama kami adalah membentuk Manhaj Islamiyah di Indonesia menuju Daulah Islamiyah (mirip dengan sistem Khilafah Islamiyah dari HTI). Doktrin utama dalam sistem jamaah PKS yang juga menamakan dirinya sebagai jamaah Ikhwanul Muslimin ini adalah “nahnu du’at qobla kulli sya’I” dan “sami’na wa ata’na”. Dua doktrin inilah yang membuat kami semua menjadi orang yang sangat loyal dan militan. Setiap instruksi yang diberikan dari mas’ul(ah) ataupun murabbi(ah) kami akan kami pasti patuhi meskipun kami tidak benar-benar paham tujuannya. Seperti menyumbang, mengikuti demonstrasi, meskipun harus bolos kuliah, dll.
Selama saya aktif di pergerakan ini, saya melihat banyak sekali teman-teman saya yang berhenti menjadi Aktivis Dakwah Kampus (ADK). Dulu saya merasa kasihan kepada mereka, karena yang saya tahu --- diberitahu oleh murabbi kami dan juga seringkali dibahas dalam taujih atau tausiyah (semacam kultum) --- bahwa dalam jalan dakwah ini selalu akan ada orang-orang yang terjatuh di jalan dakwah. Mereka adalah orang-orang futur (berbalik ke belakang).
Orang-orang ini biasanya kami label sebagai anggota “basah” (barisan sakit hati). Saya mempercayai semuanya sampai akhirnya saya pun merasa tidak cocok lagi untuk berada di sana dan memutuskan untuk keluar dari ADK, padahal saya dulu sudah diproyeksikan sebagai ADK abadi (orang yang akan menjadi aktivis dakwah kampus selamanya dengan cara menjadi dosen atau karyawan tetap di kampus).
Ada beberapa alasan yang membuat saya mengambil keputusan untuk keluar, antara lain: Adanya eksklusivisme antara kami para ADK dengan orang-orang di luar ADK. Kami para ADK adalah orang-orang khos (orang khusus) dan mereka adalah adalah orang ’amah (orang umum). Orang khos adalah orang yang sudah mengikuti tarbiyah dan mengikuti liqo’at (semacam halaqah tapi lebih khusus lagi) dan orang ’amah adalah orang yang belum mengenal tarbiyah. Para ikhwah, terutama para ADK, tidak akan mau menikah dengan ’amah karena mereka dapat membuat orang khos seperti kami menjadi futur, bahkan bisa membuat kami terlempar dari jalan dakwah.
Istilah khos dan a’amah ini membuat saya merasa tidak natural dan tidak manusiawi dalam menghadapi teman saya yang ’amah. Saya diajarkan bahwa mereka adalah mad’u (objek dakwah) saya. Jika saya bisa menarik mereka ke dalam sistem kami, apalagi bisa menjadi ADK, maka kami akan mendapat pahala yang sangat besar. Saya merasa menjadi berdagang dengan teman saya yang dulunya sebelum menjadi ADK adalah sahabat saya. Saya merasa tidak memanusiakan teman saya dan lebih memandang mereka sebagai objek dakwah.
Dalam liqo’at ataupun dauroh saya juga ada beberapa hal yang membuat saya tidak _sreg_, seperti bahwa saya harus lebih mengutamakan liqo’at daripada kepentingan orang tua dan keluarga saya. Bahkan saya pernah diberitahu bahwa bila sudah ada panggilan liqo’at, meski orang tua saya sakit dan harus menjaganya, saya harus tetap datang liqo (entah mengapa selama beberapa tahun saya bisa menerima konsep yang kurang manusiawi ini). Hal lain adalah saya tidak boleh mengikuti kajian di luar liqo saya, padahal setahu saya bahwa kebenaran itu tidak hanya milik liqo saya, masih banyak sekali kebenaran di luar sana.
Bahkan buku bacaan pun diatur dimana ada banyak buku yang saya sangat berguna untuk menambah wawasan keislaman saya seperti buku yang mengajarkan tentang hakikat Islam namun oleh murabbi saya dilarang. Untuk hal ini saya membangkang karena, seandainya Islam itu memang benar rahmatan lil alamin, ilmunya pasti sangat luas dan tidak hanya monopoli orang-orang di PKS semata. Dan hal yang paling mengusik saya adalah selama saya mengaji di liqo ataupun mengikuti taujih dan taushiyah dalam syuro ataupun dauroh-dauroh _(training)_ saya merasa lebih banyak diajarkan tentang kebencian terhadap agama atau aliran lain, seperti bagaimana kejamnya kaum Nashoro (Nasrani) yang membantai saudara kami di Poso, Yahudi yang membantai saudara kami di Palestina, JIL yang memusuhi kami, NII yang sesat, teman-teman Salafi yang mengganggu kami, dst.
Sampai-sampai, akibat begitu terinternalisasinya hal tersebut, ketika saya mengikuti tarbiyah universitas dan sedang makan siang, saya dan teman-teman menganggap yang sedang kami makan dan telan itu adalah orang-orang Yahudi dan Nashoro. Doa-doa kami pun selalu secara khusus ketika qunut adalah untuk mujahid-mujahid di Palestina dan Afghanistan (kadang saya berpikir kapan kita berdoa untuk pahlawan perjuangan di Indonesia yang telah menghadiahkan kemerdekaan kepada kita). Sejujurnya, saya lebih tersentuh dan bisa menangis tersedu-sedu ketika dibacakan ayat-ayat seperti dalam surat Ar-Rahman yang menceritakan Cinta-Ilahi ketimbang surah seperti Al-Qiyamah yang menceritakan azab-Nya.
Kebencian sangat bertentangan dengan hati nurani saya karena saya sangat percaya dengan ayat yang mengatakan bahwa rahmat Allah SWT lebih cepat dari murka-Nya, yang artinya cinta Allah SWT seharusnya dapat menghapus kemarahan-Nya terhadap umat manusia. Inilah sebabnya mengapa di sini hati saya merasa sangat kering saat mengikuti tausiyah dan taujih yang senantiasa bercerita tentang peperangan dan kebencian. Semua ganjalan yang saya rasakan akhirnya meledak ketika saya kemudian tahu dari sumber yang terpercaya dalam pemerintahan, juga dari petinggi PKS sendiri, tentang agenda yang tidak pernah saya ketahui sebelumnya dan pastinya juga tidak diketahui oleh orang-orang selevel saya atau bahkan pun pengurus inti PKS.
_AGENDA UTAMA PKS_
Agenda utama PKS adalah menghancurkan budaya Indonesia melalui invasi budaya Arab Saudi.
Banyak sekali indikasi yang saya rasakan langsung pada saat menjadi ADK, seperti upaya kami untuk menghalang-halangi acara seni, budaya, musik, dll. Hingga berbagai upaya kami agar bisa memboikot mata kuliah ilmu budaya dasar (IBD).
Saya ingat dulu, karena saya begitu termakan doktrin bahwa mata kuliah IBD tidak berguna dan bisa melemahkan iman, saya seringkali membolos kalau ada latihan menari sampai saya sempat dibenci teman-teman saya.
Kembali pada agenda PKS ini sebagai perpanjangan tangan dari Kerajaan Saudi, tujuan utamanya adalah agar kekuasaan Arab bisa mencapai Indonesia, mengingat satu-satunya sumber devisa Arab adalah minyak yang diperkirakan akan habis pada 2050 dan melalui jamaah haji.
Indonesia adalah negara yang sangat kaya sumber daya alam dan merupakan umat muslim terbesar di dunia. Bahkan jika seluruh umat muslim di Timur Tengah disatukan, umat muslim Indonesia masih jauh lebih banyak. Untuk itu, agar dapat bertahan secara ekonomi, Arab Saudi harus bisa merebut Indonesia dan cara yang paling jitu adalah melalui invasi kebudayaan.
Islam dibuat menjadi satu dengan kebudayaan Arab, sehingga budaya Arab akan dianggap Islam oleh masyarakat Indonesia yang relatif masih kurang terdidik dan secara emosional masih sangat fanatik terhadap agama.
Ketika kebudayaan lokal sudah bisa dihilangkan dan kebudayaan Arab yang disamarkan sebagai Islam dapat berkuasa, maka orang-orang akan menjadi begitu fanatik buta bahkan fundamentalis dan tidak bisa lagi mengapresiasi agama lain dan budaya lokal. Lalu, bila kebudayaan Nusantara sudah sampai dianggap musyrik atau bid’ah, saat itulah NKRI akan bubar.
Orang-orang yang pulaunya dihuni oleh mayoritas non-muslim atau yang masih memegang budaya lokal di Indonesia akan meminta merdeka. Pulau-pulau di Indonesia akan terpecah-belah dan pada saat itulah orang-orang ini akan bagi-bagi “kue”.
Peta rencananya adalah bagian pulau di Indonesia yang mayoritas Islam akan dikuasai oleh Arab. Sedangkan daerah yang penduduknya mayoritas Kristen akan dikuasai oleh Amerika. Lalu, daerah-daerah yang mayoritas penduduknya beragama Hindu, Buddha, Animisme, dll., akan dikuasai oleh Cina.
Tidak banyak orang PKS yang tahu soal ini, hanya segelintir saja yang memahaminya. Mereka menduduki posisi-posisi strategis dalam pemerintahan agar dapat lebih memudahkan agendanya. Sentimen keagamaan terus dipakai untuk meraih simpati masyarakat. Maka berbagai produk kebijakan, seperti Perda Syariat, UU APP, dll. yang rata-rata hanya sekadar mengurus masalah cara berpakaian semata akan dengan bangganya diterima oleh masyarakat muslim yang naif sebagai keberhasilan Islam.
Masyarakat kita lupa bahwa sampai saat ini PKS belum menghasilkan produk yang dapat memajukan ekonomi, menyelesaikan permasalahan kesehatan, pendidikan, pencegahan bencana alam, korupsi, _trafficking_, tayangan TV yang semakin memperbodoh masyarakat, dan permasalahan lain yang lebih riil dan sangat dibutuhkan oleh masyarakat kita ketimbang sekadar mengatur cara orang dewasa berpakaian dan berperilaku.
Jangan terburu-buru apriori dan menganggap tulisan mengenai pengalaman saya ini adalah _black campaign_. Renungkan dengan hati nurani yang dalam. Tidak ada kepentingan saya selain hanya menyampaikan kebenaran.
Saya tahu risiko yang ada di hadapan saya dan siapa yang saya hadapi. Tapi saya lebih takut menjadi bagian dari orang yang zalim, karena tahu kebenaran, namun tidak bersuara. Rasa cinta saya bagi negeri yang sudah memberi saya kehidupan ini menutupi rasa takut saya. Saya yakin siapa yang berjalan dalam kebenaran maka kebenaran akan melindunginya.
Buat rekan saya, murabbi saya, sahabat-sahabat saya dulu sesama ikhwah, saya mencintai kalian semua dan akan terus mencintai kalian.Saya berharap, persaudaraan kita tetap terjalin karena bukanlah partai atau agama yang mempersaudarakan kita, tapi karena kita satu umat manusia, anak-cucu Adam. Kalau bahasa teman saya, kita menjadi saudara karena kita menghirup udara yang sama, makanya kita disebut “sa-udara”. Semoga pengalaman saya ini dapat menjadi bahan renungan para jamaah “fesbukiyah” dalam menentukan pilihan pemimpin yang akan membawa kapal Indonesia menuju masyarakat yang bahagia, makmur dan sentosa, yang memiliki jati diri dan menghargai kebudayaan Nusantara.

Sunday, October 27, 2019

Cara Tingkatkan Kualitas Audio Bluetooh di Smartphone Android

Headphone bluetooth. [Shutterstock]

Tidak bisa dielakkan, kualitas audio earphone konvensional dan nirkabel berbeda meski dengan harga yang sama.
Sebagaimana dilansir laman Gadgets Now, terdapat beberapa cara untuk meningkatkan kualitas audio pada earphone Bluetooth melalui smartphone Android.
Caranya pun cukup mudah, yakni dengan mengubah codec Bluetooth dan membantu earphone men-decode audio ke potensi maksimal.
Sebelum melakukan langkah-langkahnya, pengguna perlu memahami codec dan cara kerjanya. Ada beberapa jenis codec Bluetooth yang digunakan earphone nirkabel.
Paling umum adalah SBC (Sub Band Codec) yang merupakan universal codec dan hampir semua perangkat audio Bluetooth menggunakan codec tersebut.
Tak hanya itu, ada beberapa codec lainnya yang lebih canggih. Seperti aptX milik Qualcomm dan umumnya ditemukan di smartphone yang menjalankan prosesor Qualcomm Snapdragon. Sony juga memiliki codecnya sendiri yang disebut LDAC.
Codec sendiri adalah program yang memampatkan audio analog dan mengirimkannya ke earphone melalui Bluetooth. Earphone kemudian mengdekompresnya kembali ke sinyal audio.
Kode lanjutan seperti aptX, AAC, dan LDAC mampu mentransmisikan file yang lebih besar sekaligus dan dapat menghasilkan kualitas audio yang lebih baik.
Dukungan codec juga tergantung pada perangkat. Pengguna harus memeriksa halaman dukungan earphone untuk mengetahui codec apa yang didukung.
Sebagian besar earphone Bluetooth dengan harga terjangkau umumnya mendukung SBC dan AAC dan earphone nirkabel yang lebih mahal mendukung LDAC dan aptX.
Berikut cara untuk meningkatkan kualitas audio di smartphone Android:
Buka Settings > pilih About > cari Build number dan ketuk sebanyak 7 kali hingga pengguna melihat pemberitahuan yang mengatakan 'You are a developer’.
Setelah selesai, kembali ke halaman Settings > hubungkan earphone lalu buka Developer options. Gulir ke bawah dan temukan Bluetooth audio codec > pilih codec yang didukung oleh earphone. 
Setelah selesai, hidupkan ulang smartphone dan pengguna dapat menikmati kualitas audio yang telah ditingkatkan.

INTISARI EKONOMI INDONESIA


Indonesia adalah negara yang memiliki potensi ekonomi yang tinggi; potensi yang mulai diperhatikan dunia internasional. Indonesia - ekonomi terbesar di Asia Tenggara - memiliki sejumlah karakteristik yang menempatkan negara ini dalam posisi yang bagus untuk mengalami perkembangan ekonomi yang pesat. Selain itu, dalam beberapa tahun terakhir ada dukungan kuat dari pemerintah pusat untuk mengekang ketergantungan Indonesia pada ekspor komoditas (mentah), sekaligus meningkatkan peran industri manufaktur dalam perekonomian. Pembangunan infrastruktur juga merupakan tujuan utama pemerintah, dan yang perlu menyebabkan efek multiplier dalam perekonomian.

Sebelumnya, Indonesia sering disebutkan sebagai kandidat yang tepat untuk dimasukkan ke dalam kelompok negara BRIC (Brazil, Rusia, India dan China). Kelompok lain yang sering disebutkan sebelumnya - yang tergabung dalam akronim CIVETS (yaitu Colombia, Indonesia, Vietnam, Mesir, Turki dan Afrika Selatan) - juga mendapat perhatian karena anggotanya memiliki sistem keuangan yang cukup canggih dan populasi yang tumbuh cepat. Beberapa tahun yang lalu produk domestik bruto (PDB) dari CIVETS itu diperkirakan berkontribusi sekitar setengah dari ekonomi global pada 2020. Namun, karena perlambatan ekonomi global yang berkepanjangan setelah tahun 2011 kita jarang mendengar istilah BRIC dan CIVETS lagi.

Contoh lain yang menggambarkan pengakuan internasional akan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang kuat adalah kenaikan peringkat dari lembaga pemeringkat kredit internasional seperti Fitch Ratings, Moody's dan Standard & Poor's. Pertumbuhan ekonomi yang tangguh, utang pemerintah yang rendah dan manajemen fiskal yang bijaksana dijadikan alasan untuk kenaikan penilaian tersebut. Hal itu juga merupakan kunci dalam masuknya arus modal keuangan yang berupa dana asing ke Indonesia: baik aliran portofolio maupun investasi asing langsung (foreign direct investment, FDI) yang meningkat secara signifikan. Arus masuk FDI ini, yang sebelumnya relatif lemah selama satu dasawarsa setelah Krisis Keuangan Asia, menunjukkan peningkatan tajam setelah krisis keuangan global pada 2008-2009 (namun derasnya FDI melemah kembali setelah tahun 2014 waktu Indonesia mengalami perlambatan ekonomi yang berkepanjangan di antara tahun 2011 dan 2015).
Meski pemerintah Indonesia ingin mengurangi ketergantungan tradisional pada ekspor komoditas mentah dan meningkatkan peran industri manufaktur (misalnya melalui Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara), itu adalah jalan yang sulit terutama karena sektor swasta masih tetap ragu-ragu untuk berinvestasi. Tetapi transformasi ini penting karena penurunan harga komoditas setelah tahun 2011 (yang sebagian besar disebabkan melemahnya pertumbuhan ekonomi Cina) telah berdampak drastis pada Indonesia. Kinerja ekspor Indonesia melemah signifikan, menyiratkan penerimaan devisa yang lebih sedikit dan daya beli masyarakat jadi berkurang, sehingga menyebabkan perlambatan ekonomi.
Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Joko Widodo (yang dilantik sebagai presiden Indonesia yang ketujuh pada bulan Oktober 2014) telah menerapkan beberapa reformasi struktural yang bertujuan pertumbuhan ekonomi jangka panjang tetapi menyebabkan rasa sakit jangka pendek. Misalnya, sebagian besar subsidi bahan bakar minyak (BBM) telah berhasil diberhentikan, prestasi yang luar biasa (karena sebelumnya pemotongan subsidi BBM itu selalu menyebabkan kemarahan besar dalam masyarakat) dibantu oleh harga minyak mentah rendah dunia. Selain itu, pemerintah menempatkan prioritas tinggi pada pembangunan infrastruktur (dibuktikan dengan anggaran infrastruktur pemerintah yang meningkat tajam) dan investasi (dibuktikan dengan program-program deregulasi yang dirilis dan insentif fiskal yang ditawarkan kepada para investor).
Kembali ke dasar-dasarnya: apa yang menjelaskan pertumbuhan ekonomi makro Indonesia yang kuat?
• Sumber daya alam/komoditas yang beragam dan melimpah
 Populasi generasi muda, berjumlah banyak dan sedang berkembang
• Stabilitas politik (yang relatif)
 Pengelolaan manajemen fiskal yang bijaksana sejak akhir tahun 1990-an
• Lokasi yang strategis terhadap perekonomian raksasa Cina dan India
• Upah tenaga kerja yang rendah
• Indonesia adalah pasar berkembang, berarti ada banyak yang perlu dibangun/dikembangkan
Indonesia adalah ekonomi pasar di mana perusahaan milik negara (BUMN) dan kelompok usaha swasta besar (konglomerat) memainkan peran penting. Ada ratusan kelompok swasta yang terdiversifikasi yang berbisnis di Indonesia (namun mereka merupakan sebagian kecil dari jumlah total perusahaan yang aktif di Indonesia). Bersama dengan para BUMN mereka mendominasi perekonomian domestik. Ini juga berarti bahwa kekayaan terkonsentrasi di bagian atas masyarakat (dan biasanya ada kaitan erat antara elit korporat dan elite politik di negara ini).
Usaha mikro, kecil dan menengah di Indonesia, yang bersama-sama berkontribusi 99 persen dari jumlah total perusahaan yang aktif di Indonesia, tidak kalah pentingnya. Mereka menyumbang sekitar 60 persen dari PDB Indonesia dan menciptakan lapangan kerja untuk hampir 108 juta orang Indonesia. Ini berarti bahwa usaha mikro, kecil dan menengah merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia.
Ada tanda-tanda bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia mulai mempercepat lagi setelah perlambatan ekonomi di tahun 2011-2015. Dengan demikian kita mungkin berada pada awal sebuah masa yang dicirikhaskan pertumbuhan ekonomi yang pesat. Namun, juga harus digarisbawahi bahwa Indonesia adalah negara yang kompleks dan berisi risiko tertentu untuk investasi. Lagipula, dinamika dan konteks negara ini ikut membawa risiko. Untuk menyadari risiko yang terlibat kami menyarankan Anda untuk membaca bagian Risiko Investasi di Indonesia dan melacak perkembangan ekonomi, politik dan sosial terbaru di Indonesia melalui bagian Berita, bagian Bisnis dan bagian Keuangan.

Saturday, October 26, 2019

8 JUTAAN PEKERJAAN DI INDONESIA BEORIENTASI ONLINE

Praktisi yang juga Direktur Eksekutif Indonesia Services Dialogue (ISD) Devi Ariyani menyatakan bahwa sekitar delapan juta pekerjaan yang ada di Indonesia dilakukan secara online atau dalam jaringan (daring).
"Saat ini, di Indonesia, secara kasar diperkirakan terdapat sekitar delapan juta pekerjaan yang dilakukan secara online," jelas Devi Ariyani dalam siaran pers di Jakarta, Jumat (25/10/2019).
Menurut Devi, pekerjaan tersebut pada dasarnya terbagi atas tiga tipe yaitu pengemudi online, freelancer online, dan agen financial technology (fintech).
Ia juga mengemukakan perubahan besar dalam pola hubungan kerja itu sayangnya belum diimbangi dengan berbagai regulasi yang ada.
Devi menjelaskan ada dua hal yang masih berpotensi menghambat, yaitu pertama regulasi ketenagakerjaan yang masih terlalu kaku untuk mengakomodasi hubungan tenaga kerja yang baru muncul akibat adanya kemajuan teknologi digital.
"Kedua, masih ada kekosongan aturan di Indonesia, sehingga para pekerja online ini belum dilindungi oleh aturan yang ada," katanya dan menambahkan perlu diperjelas skema pekerjaan daring tersebut.
Devi memaparkan hal yang perlu diperjelas antara lain apakah skema pekerjaan daring itu dikategorikan sebagai pekerja lepas harian atau kategori lainnya. Serta perlu pula diatur rinci mengenai proses hubungan industrial antara pekerja dan pemberi kerja.
Sebelumnya, mantan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyebutkan ekspor yang dilakukan melalui platform daring akan dapat menyelamatkan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian ekonomi global yang terjadi saat ini.
"Satu hal yang pasti, kita akan bisa bertahan dengan apa yang tampaknya kecil tapi kalau dilakukan bersama-sama, yaitu penjualan (ekspor) melalui online, ini benar-benar membantu," katanya di Jakarta, Senin (14/10/2019).
Menurut Enggar, saat ini Indonesia bersaing dengan seluruh dunia untuk merebut pasar yang ada. Namun, cara tradisional kini tidak lagi relevan digunakan karena memerlukan waktu lama.
Sedangkan hasil riset yang dilakukan oleh perusahaan logistik Paxel bekerja sama dengan lembaga riset Provetics, menunjukkan bahwa usaha kecil dan menengah (UKM) lebih suka berjualan melalui media sosial dibandingkan menggunakan sarana konvensional lainnya.
"UKM di Indonesia terus berubah, dan sekarang kita harus lebih mengerti mereka ketimbang sepuluh tahun lalu," kata COO Paxel Zaldy Ilham Masita.
Survei ini melibatkan 535 UKM penjual online di Indonesia, pada rentang waktu 29 Juli sampai 4 Agustus 2019. Hasil survei menunjukkan bahwa Whatsapp dan Instagram jadi pilihan utama para penjual online dan 87 persen dari mereka menggunakan lebih dari satu platform untuk memasarkan barang dagangannya.

Tionghoa dan difabel Surya Tjandra menjadi wamen ATR/BPN

Gambar mungkin berisi: 2 orang, orang berdiri
Presiden Jokowi mencatat sejarah baru dengan memilih
Kelompok minoritas : Tionghoa dan difabel Surya Tjandra menjadi wamen ATR/BPN.
Ini adalah langkah maju Presiden menghargai kelompok ini semoga bisa bekerja dengan baik dan tidak ada batasan lagi untuk memberi kontribusi membangun NKRI.
Pagi itu dia datang tergopoh-gopoh tanpa ada yang mendampingi, ketika memasuki gerbang istana, protokol sudah mengenali beliau dan mempersilahkan masuk.
Surya Tjandra dibesarkan di keluarga tak mampu. Orangtuanya pedagang ayam potong di Pasar Jatinegara, Jakarta.
Kala itu, Surya dan orangtuanya tinggal di rumah kontrakan dan kerap berpindah-pindah, namun tidak pernah terlalu jauh dari pasar Jatinegara.
Dalam mendidik anak-anaknya, orangtua Surya selalu mendorong untuk tekun dalam mengapai cita-cita tapi juga memberikan kebebasan yang cukup untuk memilih sendiri apa yang ingin dicapainya.
Surya kemudian diterima di SMA Negeri 68, Jakarta Pusat, dan selanjutnya diterima di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI).
Seandainya Surya tidak diterima di UI, mungkin Surya tidak akan kuliah karena tidak ada biaya. Diterima di FHUI menjadi kebanggan buat Surya karena hanya dirinya yang menjadi sarjana pertama di keluarganya.
Lebih jauh dari itu, Surya mendapat beasiswa untuk meneruskan pendidikannya di bidang hukum untuk program S2 (di Universitas Warwick, Inggris) dan program S3 (di Universitas Leiden, Belanda).
Kembali ke Indonesia diterima sebagai Dosen dibeberapa Universitas dan bergabung di PSI.
Kepedulian Surya pada isu perburuhan terlihat jelas ketika ia terlibat di dalam Komite Aksi Jaminan Sosial, aliansi besar gerakan sosial yang terdiri dari serikat buruh, tani, nelayan, mahasiswa, LSM, dan lain-lain.

Kemenag Akan Kerahkan 45 Ribu Penyuluh Cegah Penyebaran Paham Radikal

Gambar mungkin berisi: 1 orang, tersenyum, berdiri dan teks
 Presiden Joko Widodo (Jokowi) menugasi Menteri Agama Jenderal (Purn) Fachrul Razi untuk menangkal radikalisme. Wakil Menteri Agama, Zainut Tauhid, pencegahan berkembangnya paham radikal bisa dilakukan dari hulu, yakni dari kurikulum hingga pengajar.
"Nah orang belajar kan ada kurikulumnya, apalagi di sekolah formal ya. Nah kurikulumnya yang harus dilihat. Kemudian pengajarnya, kurikulumnya bagus tapi pengajarnya terpapar radikal ya dia pasti mengarahkannya anak didik ke paham radikal," ujar Zainut di kantor Kemenag, Jalan Lapangan Banteng Barat, Jakarta Pusat, Jumat (25/10/2019).
Zainut mengatakan kementerian Agama punya ribuan penyuluh. Para penyuluh itu ditugasi untuk menyebarkan ajaran agama yang penuh kasih dan cinta sehingga radikalisme tidak berkembang.
"Kementerian Agama ini punya perangkat yang besar sekali, kita punya penyuluh (berjumlah) 45 ribu, ini kan juga merupakan modal yang saya kira nanti bisa kita arahkan untuk menjadi penyebar nilai-nilai dakwah yang rahman, penuh cinta dan kasih yang toleran gitu. Setiap penyuluh dia punya binaan-binaan di majelis-majelis taklim, saya kira itu jadi upaya kami bagaimana tadi, penanganan masalah paham radikal," ujar Zainut.
Zainut menyebut paham radikal dapat menyebar karena dua aspek, yakni aspek keagamaan dan aspek ekonomi. Jika terkait aspek keagamaan, maka terkait transfer ilmu yang diterima siswa di sekolah.
"Kalau dari sumber ekonomi, juga harus di, bagaimana orang-orang itu dapat pekerjaan yang baik, tidak frustasi karena dia banyak, dia pekerjaannya serampangan, banyak beban, kondisi sosialnya, saya kira ini harus dilihat secara utuh," lanjutnya.
Saat ini, Zainut mengatakan stigma masyarakat mengarahkan radikalisme pada satu agama tertentu. Padahal, menurut Zainut, radikalisme dapat melekat ke semua agama.
"Ada stigmatisasi, kesan yang radikal itu hanya dari kelompok A gitu, atau hanya dialamatkan kepada Islam gitu. Jadi tidak benar bahwa, radikalisme itu karena sumbernya semata-mata masalah agama, dan paham radikal itu bisa melekat ke semua agama. Jadi harus hati-hati di dalam mengurai persoalan ini," ujar Zainut.
Menurut Zainut, radikalisme tergolong menjadi dua konteks, yakni keagamaan dan kebangsaan. Ia mencontohkan, paham yang tidak menerima dan menggolongkan 'kafir' kepada kelompok lain yang ajarannya berbeda maka hal itu termasuk radikalisme dari aspek keagamaan.
"Kemudian, dari aspek kebangsaan misalkan ketika paham itu menolak nilai-nilai kebangsaan kita, nilai-nilai kesepakatan nasional kita misalnya. Ya, apakah misalkan tentang dasar negara Pancasila, menolak UUD 45, menolak NKRI misalnya. Menurut saya paham yang seperti ini masuk dalam kategori radikal dalam konteks paham kebangsaan," ujarnya.
Baca juga: Menag Fachrul Razi Ungkap Arahan Jokowi: Fokus dan Capai Sasaran
Kedua aspek radikalisme ini dinilai dapat mempengaruhi harmoni kehidupan antarumat beragama dan memecah belah bangsa.
"Muaranya tadi mengganggu harmoni kehidupan umat beragama, kedua, mengancam eksistensi negara kita. Karena mereka tujuannya ingin mengganti pancasila," ujar Zainut.

MENDIKBUD BARU: ANTARA MATERIAL, MEDIA, DAN SITEM

Negara hebat diukur oleh seberapa luas dan banyak daerah jajahan. Inggris, Portugis, Perancis, Belanda, dan yang lainnya,Dunia diukur oleh jumlah materi yang diperoleh dari kuasa-menguasai.
Kemudian era tersebut, tergilas oleh gelombang media, yakni teknologi.
Orang kaya karena luas tanah dikalahkan oleh orang yang punya teknologi. Ia hanya punya traktor tetapi kekayaannya mengalahkan orang yang punya tanah luas. Berbondong-bondonglah orang melirik kehebatan teknologi. Pabrik diperbesar. Temuan baru diperkuat dengan sentuhan teknologi
Orang kaya berkat teknologi disalip oleh orang yang punya sistem. Seseorang tidak punya gedung, tidak punya mobil tapi bisa kaya karena sistem. Dialah penemu sistem digital, gojek, alibaba, dan seterusnya. Tanpa kantor, akibat punya sistem, seseorang dapat penghasilan besar.
Jadi, benarlah jika Presiden Jokowi mengangkat sosok ahli sistem sebagai punggawa yang menangani pendidikan. Pendidikan adalah sebuah sistem yang dapat dimajukan dengan sistem berbasis digital. Bukan isi pendidikan saja yang perlu disistemasi tetapi manajemennya perlu sistem terbarui.
Negara hebat tentu memerlukan sistem terbarui yang berkoneksasi dengan era industri 4.0 dan masyarakat 5.0. Apalagi negara Indonesia memunyai banyak sekolah yang tersebar lintas pulau, lintas bukit, lintas daratan, lintas suku, dan sebagainya.
Pendekatan manajemen pendidikan tidak akan mampu hanya menggunakan pola konvensional dan struktural. Pola tersebut akan memerlukan dana tinggi, waktu lama, dan para pihak yang banyak. Keruwetan dan kelelahan akan terjadi. Tujuan akan terkikis oleh keruwetan dan kelelahan tersebut.
Tentu, era sistem dapat mengurai keruwetan, menyegarkan, waktu singkat. Perlu penciptaan sistem yang berbasis digitalisasi.
Era sistem itu dekat dengan kreasi dan inovasi. Pendidikan Indonesia sudah haus dengan kreasi dan inovasi pendidikan. Tibalah kini, pendidikan Indonesia dinakhodai oleh sosok yang langsung bergulat di sistem. Mendikbud baru tentu harus tetap berada di jatidiri sistem yang kreatif dan inovatif.

DARI LURAH MENJADI MENTERI

Gambar mungkin berisi: satu orang atau lebih, orang duduk, luar ruangan dan alam

Mungkin hanya Syahrul Yasin Limpo (SYL) satu-satunya menteri yang karirnya lengkap dirintis dari bawah. Karena sosok yang baru diangkat menjadi Menteri Pertanian ini pernah menjabat sebagai Lurah, Kepala Desa, Camat, Bupati, Wakil Gubernur, hingga Gubernur.
Dari perjalanan 25 tahun dalam rentang waktu menjelajah posisi eksekutif, rasanya tak perlu lagi diragukan pengalamannya. Namun selama ini hanya di daerah. Sedangkan sekarang harus bicara pertanian di tingkat nasional yang jelas tantangannya tidak sesederhana di daerah.
SYL kini harus dapat membuktikan bagaimana meningkatkan kualitas pertanian, termasuk teknik modern yang lebih produktif, sehingga mampu mengurangi import secara cepat hingga ke tingkat swasembada pangan, dan finalnya adalah export pangan.
Secara logika, seharusnya Indonesia mampu dan unggul, bukan hanya karena faktor negara agraris, namun lahan pertanian yang masih memadai, lalu memiliki ahli pertanian yang cukup mumpuni, namun belum diberdayakan. Kemudian pemerintah pusat telah membangun bendungan dan embung untuk menunjang irigasi pertanian yang cukup banyak.
Angin segar telah SYL hembuskan ketika ia mengatakan tidak akan takut dan tidak akan main-main dengan para mafia di sektor pertanian, karena baginya hanya tunduk pada kebenaran. Bagi SYL yang sudah terbiasa tempur di lapangan, ia hanya akan tunduk pada kebenaran dan yang digariskan oleh agama.
SYL pun mengaku sudah tebiasa loyal kepada para pemimpinnya. Karenanya ia berharap suluruh jajarannya bisa melakukan hal yang sama. Yakni tidak melakukan apa yang tidak disukainya, seperti halnya menyeleweng dari aturan. Karena ia tidak suka pembohong, tidak jujur, korupsi, suka sogok-sogok, munafik, dan tidak suka dijilat-jilat. Siapa pun yang menghambat akan ia tabrak.
Sesuai data Kementerian Pertanian bahwa sekitar 784 mafia yang diproses secara hukum, di antaranya 66 kasus beras, 22 kasus horti, 13 kasus pupuk, 247 kasus alsintan, 411 orang tersangka dan 27 orang kasus ternak.

HAK VETO MENKO DI KABINET 2019-2024

PELANTIKAN SEMUA MENTERI "KABINET-INDONESIA-MAJU" PADA 23 OKTOBER 2019 DIIKUTI OLEH PELANTIKAN 12 WAKIL MENTERI DUA HARI BERIKUTNYA.
PADA UMUMNYA, RESPON MASYARAKAT LUAS ATAS KABINET 2019-2024 ITU TERTUJU PADA KONSTELASI FIGUR YANG DINILAI SARAT KEJUTAN, TENTU DIBANDINGKAN DENGAN KABINET SEBELUMNYA SEJAK REPUBLIK INI BERDIRI.
Kejutan dalam eksistensi Kabinet Indonesia Maju memang bukan cuma sekedar ada, tetapi banyak. Terkait aspek ini, JORpolitiCenter™ mencatat tiga kejutan menonjol dari sekian ketidak-biasaan termaksud, dan paparannya di sini diungkap sebagai #PertamaKaliDalamSejarahKabinetRI >
• usia menteri pendidikan dibawah 40 tahun;
• menteri agama dijabat oleh figur jenderal;
• sosok difabel masuk jadi anggota kabinet.
Sesungguhnya ada kejutan lain yang muncul setelah berlangsungnya pelantikan menteri pada 23 Oktober lalu yaitu "HakVetoMenteriKoordinator", tetapi kurang dapatkan perhatian publik.
Semula, isu wewenang seorang menko melakukan veto atas kebijakan menteri dalam koordinasinya dilemparkan oleh Menteri Mahfud MD, dan kemudian memperoleh konfirmasi lisan Presiden Joko Widodo pada kesempatan memenuhi keingin-tahuan kalangan pers.
Bahwa sejak awal pengadaan pos menteri koordinator oleh Presiden Suharto tahun 1978, sebenarnya wewenang pejabat menko melakukan veto itu sudah "tersirat" dalam pembentukan pos itu, bahkan diwujudkan dalam pemerintahan oleh beberapa menko walau praktiknya muncul secara samar. Contohnya adalah sikap tegas Jenderal Beni Murdani, Menhan merangkap Panglima ABRI plus Menkopolkam di era Orde Baru.
Tendensinya, hembusan pasca-pelantikan menteri Kabinet 2019-2024 soal Wewenang-Veto-Menko disasarkan pada perolehan ketegasan presiden. Ya, sebaiknya tidak sekedar penegasan lisan, namun juga KETEGASAN BATASAN DESKRIPTIF sehingga Hak-Veto-Menko itu tidak susutkan kadar kolegalitas anggota kabinet, serta tak pengaruhi negatif pada semangat bekerja dan berkreasi terkait pembijakan implementasi visi presiden. Otorisasi-Veto itu janganlah sampai berefek pada ketakutan menteri kepada sosok yang dianggap "atasan" langsung.

KRITIK KONTROVERSIAL PENGAMAT PENDIDIKAN : GURU ITU HANYA MENGEJAR TUNJANGAN SAJA, KUALITAS NOMOR DUA

Rasio guru di Indonesia ‎dinilai terlalu besar. Hal ini menyebabkan anggaran untuk guru di APBN sangat gemuk, sementara kualitas pendidikan di Indonesia tidak bergeser dari peringkat bawah.
"Rasio guru di Indonesia ini cukup besar yaitu 1:15. ‎Tidak seperti di Singapura, Amerika, Inggris, Tiongkok, dan Malaysia. Di Malaysia rationya 1:22, sedangkan Tiongkok dengan penduduk lebih banyak 1:18," ungkap Indra Charismiadji, pengamat pendidikan.
Dengan rasio ini, menunjukkan jumlah guru di Indonesia (tiga juta orang) sangat banyak dan perlu dikurangi. Indra mengaku heran dengan sikap pemda yang sering mengeluhkan kekurangan guru.
"Kenapa di daerah teriak-teriak kekurangan guru? Karena guru itu dijadikan alat politik, mereka adalah tim suksesnya kepala daerah," kritiknya.
‎Selain itu, lanjut Indra, jumlah guru di Indonesia makin besar lantaran adanya tunjangan profesi guru (TPG). Mana ada guru yang sudah 24 jam mengajar mau menambah jam mengajarnya menjadi 25 jam.
"Guru itu hanya mengejar tunjangan saja, kualitas nomor dua. Agar pendidikan maju, saran saya kepada pemerintah mutasikan guru-guru yang kompetensinya rendah ke jabatan pengawas, tata usaha atau pensiun dini. Mereka tidak usah mengajar, serahkan kepada guru baru dengan kompetensi tinggi. Yang kompetensi rendah, minggir sajalah," paparnya.
Undang-undang (UU) No 20/2003 tentang sistem pendidikan menyaratkan lima syarat yang harus dimiliki guru. Syarat tersebut diantaranya memiliki kualifikasi akademik, mempunyai kompetensi, mempunyai sertifikat pendidik serta sehat jasmani dan rohani serta mempunyai kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.
Sementara itu berdasarkan UUtahun 14 tahun 2005 ada lima syarat yang harus dimiliki guru. Syarat tersebut diantaranya memiliki kualifikasi akademik, mempunyai kompetensi, mempunyai sertifikat pendidik serta sehat jasmani dan rohani serta mempunyai kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.
Salah satu persyaratan spesifik yang termaktub dalam UU tahun 14 tahun 2005 adalah pendidikan minimal empat tahun (D-IV atau S-1)untuk para guru. Undang-undang baru ini mengharuskan semua guru memiliki gelar sarjana (S1) atau diploma D-IV sebelum 2015